Mutasi Besar-Besaran! 22 Pegawai Digeser, Bank Salatiga Tancap Gas Perkuat SDM dan Hukum

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Gebrakan besar dilakukan PT Bank Salatiga! Sebanyak 22 pegawai dimutasi dalam langkah strategis yang dilakukan pada Jumat (27/3/2026). Tak sekadar pergeseran posisi, kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa bank milik daerah tersebut tengah berbenah serius, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun fondasi hukum.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Salatiga, Tejo Herlambang, menegaskan bahwa mutasi ini bukan langkah biasa. Di baliknya, ada misi besar: menyegarkan organisasi sekaligus menyehatkan kinerja bank.

“Ini bagian dari transformasi SDM untuk penyegaran dan penyehatan bank,” tegas Tejo.

Mutasi yang dilakukan mencakup pergeseran jabatan strategis hingga promosi bagi sejumlah pegawai yang dinilai memiliki kompetensi mumpuni. Langkah ini sejalan dengan arah baru manajemen yang ingin membangun kultur kerja lebih adaptif, profesional, dan berintegritas.

Baca Juga:  Detik-Detik Mobilio Oleng di SPBU Sragen, Enam Orang Jadi Korban

Tak hanya itu, Bank Salatiga kini mengusung semangat baru melalui tagline JTP: Jujur, Transparan, dan Profesional. Tagline ini menjadi kompas moral sekaligus standar kerja baru bagi seluruh insan perusahaan.

Tak berhenti di restrukturisasi SDM, Bank Salatiga juga memperkuat sektor yang selama ini kerap menjadi titik krusial: bidang hukum.

Manajemen menambah posisi penting seperti admin legal kredit hingga Kepala Subbagian Hukum yang fokus pada penanganan litigasi. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menekan potensi risiko, terutama di sektor kredit.

Baca Juga:  Bobby Nasution Buka MTQ ke-57 Kota Medan: Peserta Harus Warga Medan dan Utusan Kecamatan

Penguatan ini menjadi bukti bahwa Bank Salatiga tidak ingin kecolongan dalam aspek kepatuhan hukum dan mitigasi risiko di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompleks.

Di sisi lain, suasana menjelang Hari Raya Idulfitri turut memicu peningkatan aktivitas nasabah. Bank Salatiga mencatat adanya kenaikan penarikan dana masyarakat, termasuk pencairan tabungan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mencapai miliaran rupiah.

Namun, manajemen memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman.

“Penarikan meningkat, tetapi bukan rush. Ini wajar karena kebutuhan nasabah menjelang Lebaran,” jelas Tejo.

Ia menegaskan, seluruh layanan perbankan tetap berjalan lancar dan kondisi likuiditas bank tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga:  Perkuat Mitigasi di Lereng Lawu, Polsek Sine Gelar Sosialisasi Tanggap Bencana Bersama Relawan dan Pemdes Wonosari

Sementara itu, Ketua Dewan Komisaris Bank Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, menegaskan bahwa mutasi 22 pegawai ini bukan karena faktor lain, melainkan murni kebutuhan organisasi.

“Ini bagian dari perbaikan tata kelola dan penguatan manajemen risiko. Murni untuk penyehatan,” ujarnya.

Dengan langkah besar ini, Bank Salatiga menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi organisasi yang lebih kokoh. Kombinasi antara penyegaran SDM, penguatan hukum, dan stabilitas likuiditas diharapkan mampu mendorong kinerja bank secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan dunia perbankan yang semakin dinamis, Bank Salatiga tampaknya tak ingin sekadar bertahan tapi juga melaju lebih cepat dan lebih kuat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!