Niat Ibadah Seorang Wanita di Semarang Jadi Sasaran Jambret,  Akibatkan Luka Hingga 17 Jahitan

Laporan: Bambang S

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Niat tulus untuk beribadah justru berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan. Seorang perempuan bernama Yovita harus meregang kesakitan setelah menjadi korban penjambretan sadis di jalanan sepi Kota Semarang, Minggu pagi (5/4/2026).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. Suasana pagi yang masih lengang dimanfaatkan oleh dua pelaku tak dikenal untuk melancarkan aksi brutalnya.

Menurut informasi yang dihimpun, Yovita saat itu tengah dalam perjalanan menuju gereja. Namun di tengah perjalanan, dua pria berboncengan sepeda motor tiba-tiba menghadang laju korban.

Baca Juga:  Modus Baru Tipu HP Berkedok Silat, Tiga Pemuda Diciduk Polisi di Nganjuk

Tak sekadar merampas, pelaku menunjukkan kebrutalan yang mengejutkan. Mereka mengancam korban agar menyerahkan barang berharga. Saat korban tak bisa berbuat banyak, salah satu pelaku nekat mengayunkan senjata tajam.

Serangan itu membuat korban mengalami luka serius di bagian wajah. Pelipis hingga pipi Yovita robek akibat sabetan, bahkan jari tangannya juga tak luput dari luka.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Dalam kondisi berlumuran darah, korban langsung dilarikan ke RS Telogorejo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Hasil pemeriksaan medis mengungkap betapa parah luka yang dialami korban. Yovita harus menjalani tindakan penjahitan sebanyak 17 jahitan untuk menutup luka di wajah dan tangannya.

Baca Juga:  Sungai Lamong Meluap, Puluhan Rumah di Dawarblandong Terendam – Polisi dan TNI Sigap Evakuasi Warga

Kapolsek Semarang Timur, Andy Susanto, membenarkan adanya kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut. Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti.

“Anggota kami sudah melakukan olah TKP dan saat ini tengah melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku,” tegasnya.

Dari keterangan sementara, pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan satu unit sepeda motor saat beraksi. Selain luka parah, korban juga diketahui kehilangan uang tunai sebesar Rp100.000.

Baca Juga:  Tuang Guru Batak Sabban Rajagukguk Doakan Anton - Benny Menang Pemilukada 2024

Polisi kini masih memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui. Dugaan kuat, para pelaku telah merencanakan aksi tersebut dengan memanfaatkan kondisi jalan yang relatif sepi di pagi hari.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas di waktu-waktu rawan.

“Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat, melalui layanan 110, atau aplikasi Libas,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan bisa mengintai kapan saja, bahkan di saat seseorang tengah menjalankan niat baik untuk beribadah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!