Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Kapolda Jatim Siagakan Ribuan Personel dan 238 Pos Pengamanan
Judul Berita Utama:
Kapolda Jatim Pimpin Apel Raksasa Ops Ketupat Semeru 2026, 16.326 Personel Siap Amankan Mudik Lebaran
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang puncak arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polda Jawa Timur menunjukkan kesiapan penuh. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Nanang Avianto dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin. Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan aparat gabungan dalam mengamankan rangkaian ibadah Ramadan hingga perayaan Idulfitri di seluruh wilayah Jawa Timur.
Apel gelar pasukan tersebut diikuti oleh unsur gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, BPBD, hingga berbagai instansi terkait lainnya. Seluruh personel disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.
Dalam keterangannya, Kapolda Jatim Nanang Avianto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, operasi ini tidak hanya sekadar pengamanan rutin, namun merupakan hasil dari berbagai tahapan perencanaan matang serta evaluasi dari pelaksanaan operasi tahun-tahun sebelumnya.
“Dalam proses ini tentunya ada beberapa kegiatan pendahuluan yang dilakukan, mulai dari kesiapan hingga perencanaan dengan melihat evaluasi dari kegiatan sebelumnya, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat kali ini bisa lebih baik dan lebih disempurnakan,” ungkap Kapolda.
Sebelum memasuki Operasi Ketupat, jajaran kepolisian juga telah lebih dulu melaksanakan Operasi Pekat Semeru guna menekan berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
Kapolda Jatim menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada arus mudik saja. Operasi ini juga mencakup berbagai aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga pasca-Lebaran.
Mulai dari kegiatan takbiran, pelaksanaan salat Idulfitri, acara halal bihalal, hingga aktivitas rekreasi keluarga menjadi bagian dari pengamanan aparat.
“Kita ingin memastikan masyarakat benar-benar merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Idulfitri, hingga melakukan kegiatan silaturahmi bersama keluarga,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, total 16.326 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Rinciannya meliputi:
9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI.
5.404 personel dari instansi terkait, seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan berbagai unsur lainnya.
Tak hanya itu, aparat juga menyiapkan 238 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Pos tersebut terdiri dari:
172 Pos Pengamanan, 45 Pos Pelayanan, 21 Pos Terpadu.
Seluruh pos tersebut akan mendukung pengamanan di 20.097 titik pengamanan yang telah dipetakan di seluruh wilayah provinsi.
Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah potensi kerawanan yang bisa terjadi selama Ramadan hingga Lebaran.
Beberapa potensi gangguan yang menjadi perhatian di antaranya:
ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum organisasi masyarakat, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, kelangkaan BBM, balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, hingga potensi bencana hidrometeorologi.
“Semua potensi kerawanan tersebut sudah kami petakan dan antisipasi melalui penggelaran pasukan yang kita laksanakan hari ini,” tegasnya.
Kapolda juga menyebut bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di seluruh jajaran Polres di wilayah Jawa Timur.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan aparat dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Lebaran di kampung halaman.
Di akhir keterangannya, Kapolda mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik serta tetap menjaga ketertiban selama perayaan Idulfitri.
“Kami berusaha semaksimal mungkin menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kami juga mengingatkan agar keselamatan menjadi tujuan utama dalam setiap aktivitas selama mudik maupun libur Lebaran,” pungkasnya. (*)


Tinggalkan Balasan