Laporan: Andy Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Kepolisian Daerah Jawa Tengah terus mematangkan persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Jawa Tengah.

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jateng, Latief Usman, serta diikuti para pejabat utama dan personel yang akan terlibat dalam operasi di seluruh jajaran Polda Jateng.

Latpraops tersebut menjadi tahap penting untuk menyamakan persepsi seluruh personel agar pelaksanaan operasi nantinya berjalan efektif, profesional, serta mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Latief Usman menegaskan bahwa kegiatan latihan pra operasi bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, hingga pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi berlangsung,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan lalu lintas di Jawa Tengah tidak bisa dianggap ringan. Dengan jumlah penduduk yang telah melampaui 39 juta jiwa serta tingginya mobilitas masyarakat dan penggunaan kendaraan bermotor, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Karena itu, Operasi Patuh Candi 2026 akan mengedepankan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi dan pencegahan.

Baca Juga:  Penuhi Layanan Kesehatan, Lapas Semarang Beri Pemeriksaan Kesehatan Massal bagi Narapidana

“Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kita mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara humanis. Harapannya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik,” ujar Wakapolda.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar memahami setiap tahapan dan rencana operasi sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Laksanakan tugas secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun. Setiap personel harus memahami rencana operasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya tujuan operasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 akan dilaksanakan secara serentak selama 14 hari di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah dan polres jajaran.

Operasi ini dirancang untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi kecelakaan beserta fatalitas korbannya, sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi masyarakat.

Pelaksanaannya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait melalui sinergi lintas sektor dengan mengedepankan langkah edukatif, persuasif, dan humanis yang tetap didukung penegakan hukum secara elektronik maupun konvensional.

“Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Karena itu kegiatan preemtif, preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya,” ujar Kombes Pol. Pratama Adhyasastra.

Baca Juga:  Gandeng BNK Salatiga, Kodim 0714/Salatiga Adakan Test Urine dan Sosialisasi P4GN

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Candi 2026 akan mengombinasikan tiga pendekatan utama, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen, dan represif atau penegakan hukum sebesar 50 persen.

Untuk penindakan, komposisinya meliputi 60 persen melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual terhadap pelanggaran tertentu, serta 10 persen teguran simpatik dan edukatif kepada masyarakat.

Menurut Dirlantas, sasaran operasi tidak hanya menyasar pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga berbagai bentuk pelanggaran yang menghambat efektivitas sistem ETLE.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan, hingga modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang sengaja dilakukan untuk menghindari tangkapan kamera ETLE.

“Salah satu perhatian kami saat ini adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan maupun modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang bertujuan menghindari tangkapan kamera ETLE. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan yang berlaku, tetapi juga menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dan kepatuhan hukum di jalan raya,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa penegakan hukum tetap akan dilakukan secara humanis dan proporsional. Tujuan utama operasi bukan semata-mata memberikan sanksi, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Menanggapi pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, mengajak seluruh masyarakat untuk melihat operasi tersebut sebagai gerakan bersama dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Siaga 3C: Patroli Intensif dan Siskamling Jelang Ramadhan

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pengguna jalan.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol. Artanto.

Selain mempersiapkan Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng juga tengah menyiapkan Operasi Pekat Candi 2026 sebagai langkah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kabid Humas berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kedua operasi tersebut dengan cara sederhana namun berdampak besar, yakni mematuhi aturan, menjaga ketertiban lingkungan, dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kedua operasi tersebut dengan mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, kita berharap situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas di Jawa Tengah tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkas Kabid Humas.

Dengan persiapan yang matang serta dukungan masyarakat, Operasi Patuh Candi 2026 diharapkan tidak hanya mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga membangun budaya disiplin berkendara yang semakin kuat di tengah masyarakat Jawa Tengah. (*)