Laporan: Ninis Indrawati

BANGKALAN | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali mencatat capaian positif dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui lelang aset dan barang scrap (rongsok) yang diselenggarakan secara daring oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pemerintah daerah berhasil meraih tambahan pemasukan signifikan, (09/05/25).

Salah satu aset strategis milik Pemkab Bangkalan yang dilelang berhasil terjual dengan harga Rp1,6 miliar, melebihi nilai limit awal yang ditetapkan sebesar Rp1,2 miliar. Meski kenaikan harga tidak terlalu mencolok, Kepala BPKAD Bangkalan, Ahmad Hafid, mengapresiasi hasil lelang tersebut.

Baca Juga:  Bupati Bangkalan Tekankan Kepemimpinan dan Etos Kerja dalam Pelatihan SDM PUDAM

“Nilai penawarannya memang tidak melonjak karena sistem lelang kotak, tapi hasilnya tetap positif. Ini adalah lelang tanggungan pertama, dan hasilnya sangat memuaskan,” jelas Hafid saat ditemui usai kegiatan lelang.

Tak hanya aset utama, barang-barang scrap dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga laku dengan harga jauh di atas ekspektasi. Scrap dari salah satu OPD, misalnya, yang semula dibanderol dengan limit awal Rp7,3 juta, berhasil dilepas dengan harga Rp23 juta. Sementara itu, barang scrap dari RSUD Bangkalan yang ditaksir seharga Rp28 juta, terjual hingga Rp90 juta.

Baca Juga:  Polres Blitar Gelar Trauma Healing untuk Keluarga Korban Mutilasi Koper Merah: Bukti Humanisme Polri

“Ini jadi bukti bahwa barang-barang yang sudah tidak terpakai pun bisa berkontribusi besar terhadap PAD. Masyarakat atau pelaku usaha melihat peluang dari barang-barang tersebut, dan kami sangat terbuka untuk proses lelang yang transparan,” tambah Hafid.

Keberhasilan ini menjadi angin segar di tengah tekanan krisis keuangan yang melanda sejumlah daerah, termasuk Bangkalan. Sebagai langkah lanjutan, BPKAD telah merencanakan pelaksanaan lelang tahap kedua. Dua unit bus milik pemerintah daerah dijadwalkan akan masuk dalam daftar barang lelang berikutnya.

Baca Juga:  Musrenbang Kecamatan Benjeng 2025: Prioritas Infrastruktur, Bumdes, dan Pertanian untuk Kesejahteraan Masyarakat

“InsyaAllah akan segera kami laksanakan. Kami yakin minat pasar masih tinggi, apalagi prosesnya kini makin mudah karena dilakukan secara online,” tutup Hafid optimis.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap langkah ini menjadi salah satu strategi efektif dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan aset yang selama ini terbengkalai. (*)