Konferensi pers Walikota dan DPRD Kota Salatiga, dijembatani Kajari Salatiga di Ruang Nusantara Gedung DPRD Kota Salatiga, Senin (31/12/2018). (Foto: Dok. Istimewa/ASB)

Salatiga, beritaglobal.net – Menyeruaknya berita dicoretnya dana hibah Guyub RW yang berkembang ke pembulian terhadap Fraksi PDIP membuat gerah Ketua DPRD Salatiga, M. Teddy Sulistyo. Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Nusantara Gedung DPRD Kota Salatiga Senin (21/12/2018), Teddy didampingi M Kemat menjelaskan mekanisme penganggaran di banggar DPRD bersama dengan TAPD Kota Salatiga yang menyepakati bahwa dana hibah Guyub RW Kota Salatiga akan di alokasikan dalam anggaran perubahan 2019.

Baca Juga:  Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Perhatikan Pedagang dan Infrastruktur Pasar Porong

Kemat menguraikan detail jalannya proses penganggaran KUA PPAS 2019 hingga munculnya pokok masalah untuk prioritas menambahkan penyertaan modal ke PD BPR Bank Salatiga sebesar 16 miliar rupiah dan menunda dana Guyub RW ke anggaran perubahan 2019.

“Yang menunda adalah Pak Sekda sendiri, bukan dari Dewan. Tapi yang berkembang di media sosial, Ketua DPRD menolak guyub RW termasuk Fraksi Partai Demokrasi Indonesia. Sebelumnya semua sudah klir, dan akan ada undangan pertemuan hari Kamis depan, kami minta Walikota dan semua dapat hadir, jangan hanya Guyub RW. GTT dan tenaga honorer kita yang mengusulkan menaikkan dan ketika ada masalah kita yang dibully,” papar Kemat.

Baca Juga:  Kepedulian Yon Armed 3/105 Tarik, Bukan Hanya Dalam Peringatan HPSN

Kemat menbahkan, seharusnya Lurah, Camat, dan Kabag Pemerintahan segera menetralisir munculnya permasalahan yang berkembang melalui Guyub RW tersebut.

Sementara, Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio menegaskan pihaknya telah mengambil sikap terkait tuntutan permintaan maaf yang tidak terbit dari Walikota hingga batas waktu yang ditentukan.

Baca Juga:  Sat Narkoba Polres Simalungun Temukan Ladang Ganja: Tersangka Masih Buron

“Tentu resikonya tidak sesimpel ini, karena berita ini telah sampai ke DPD dan DPP,” tandas Teddy, tanpa memaparkan sikap yang dimaksud. (Agus S)