Laporan: Ninis Indrawati

MADIUN | SUARAGLOBAL.COM – Polres Madiun Kota berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana yang menjadi perhatian serius nasional, yaitu perjudian online (judol) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Baca Juga:  Presiden Prabowo Selenggarakan Bazar Rakyat Idulfitri di Monas untuk Perkuat Kebersamaan Masyarakat

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung program 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas kejahatan yang merugikan masyarakat.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa salah satu modus kasus judol yang terungkap menggunakan media permainan biliar. Para pelaku memanfaatkan akses digital untuk mengelola taruhan.

Baca Juga:  Komitmen Baru Rutan Surabaya dalam Menjaga Keamanan dan Pembinaan Warga Binaan

“Modusnya melibatkan orang-orang yang memiliki dana untuk dijadikan taruhan. Selain itu, situs judi ini memanfaatkan endorse di akun-akun media sosial pelaku sebagai cara promosi kepada masyarakat,” ujar Agus pada Senin (25/11).

Menurutnya, para pelaku menghubungkan para pengguna dengan situs-situs judi online melalui akses yang diatur sedemikian rupa. Hal ini dilakukan untuk mengelabui pihak berwenang dan menyasar masyarakat yang rentan terhadap tawaran tersebut.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Jadi Inspirasi, Rutan Semarang Gelar Studi Tiru Zona Integritas

Sementara itu, dalam pengungkapan kasus TPPO, pihak kepolisian berhasil membongkar praktik eksploitasi yang menyasar anak-anak di bawah umur. Para pelaku sering berpindah lokasi selama 12 bulan terakhir untuk menghindari deteksi, dengan menggunakan metode bujuk rayu yang menargetkan anak-anak usia rentan.

“Tersangka menjadikan anak-anak tersebut sebagai korban eksploitasi seksual yang kemudian dikomersialisasikan melalui jaringan komunikasi tertentu,” jelas AKBP Agus.

Baca Juga:  Salatiga Tancap Gas Perkuat Ketahanan Pangan 2026, Wali Kota Gandeng Bulog, PDAU dan KKMP Jadi Tulang Punggung Distribusi

Langkah tegas Polres Madiun Kota ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap prioritas nasional dalam memberantas praktik ilegal yang merusak tatanan sosial masyarakat.

Semangat pemberantasan kejahatan seperti judol dan TPPO ini diharapkan terus ditingkatkan sebagai wujud nyata komitmen bersama menciptakan Indonesia yang lebih aman dan bermartabat. (*)