Laporan: Ninis Indrawati

PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Polres Pasuruan Kota berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok program sosial bertajuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam operasi ini, empat pelaku ditangkap setelah terbukti menipu sejumlah pengusaha catering di wilayah Pasuruan, Malang, dan Sidoarjo dengan modus kerja sama program makanan bergizi untuk anak sekolah.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap berkat laporan dari para korban yang merasa dirugikan setelah menyerahkan sejumlah uang kepada para pelaku.

Baca Juga:  Polres Ponorogo Libatkan PSHT dan PSHWTM Amankan Perayaan Suroan dan Suran Agung

Modus Penipuan: Program Fiktif dengan Iming-iming Proyek Pemerintah

Para pelaku menjalankan aksinya dengan menawarkan kerja sama kepada pelaku usaha catering, mengklaim bahwa program MBG merupakan proyek resmi yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka menjanjikan rekomendasi bagi UMKM yang ingin terlibat dalam proyek tersebut, tetapi dengan syarat membayar sejumlah biaya administrasi.

Nominal yang diminta bervariasi tergantung kesepakatan dengan masing-masing korban. Namun, setelah menerima pembayaran, para pelaku tidak memberikan bukti legalitas program, hingga akhirnya korban menyadari telah menjadi korban penipuan.

Baca Juga:  Polda Jawa Timur Bongkar Penimbunan Solar Subsidi di Lumajang, Sopir Panther Jadi Tersangka!

\”Kami melakukan penyelidikan mendalam dan menemukan bahwa program ini sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan instansi resmi mana pun,\” ujar AKBP Davis, Rabu (05/02/25).

Otak di Balik Penipuan dan Proses Penangkapan

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi bahwa otak utama dari penipuan ini adalah HPN, yang bertemu dengan MH di Jakarta pada September 2024. Mereka kemudian merekrut dua pelaku lainnya, AI dan MB, untuk mencari UMKM yang tertarik dengan program fiktif tersebut.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Rujuk WBP Sakit ke RS DKT Dr. Asmir, Pastikan Layanan Kesehatan Optimal

Para tersangka menggelar pertemuan di berbagai lokasi untuk menjelaskan mekanisme program palsu ini. Salah satu pertemuan bahkan digelar di Aula Catering Lesehan Apung Kampoeng Gedang, Kabupaten Pasuruan.

\”Namun, ketika peserta meminta bukti izin dan dokumen resmi, para pelaku tidak dapat menunjukkannya,\” ungkap Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa.

Baca Juga:  Polres Ngawi Gelar Rakor Antar Instansi Giat PSHT Aman

Setelah mengumpulkan cukup bukti, tim Satreskrim Polres Pasuruan Kota bergerak cepat dan berhasil menangkap keempat pelaku. Sejumlah barang bukti terkait kasus ini juga telah diamankan.

Ancaman Hukuman dan Imbauan bagi Masyarakat

Keempat tersangka kini dijerat dengan Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun.

Baca Juga:  Penangkapan di Lingkungan Naga Tongah: Polsek Raya Polres Simalungun Ungkap Kasus Narkoba, Satu Pelaku Ditaha

Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja sama yang mengatasnamakan program pemerintah.

\”Sebelum bergabung dalam suatu program, pastikan telah melakukan verifikasi dengan instansi terkait untuk menghindari potensi penipuan,\” pesan Adi Wibowo.

Baca Juga:  Desak Evaluasi Tata Kelola Perikanan, Pemprov Maluku Temui KKP: Usulkan Penguatan Armada dan Penarikan PAD Daerah

Polres Pasuruan Kota berharap pengungkapan kasus ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan berkedok program sosial. Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus memberantas segala bentuk kejahatan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. (*)