Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Konser musik yang digelar di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, pada Sabtu (8/2/2025) malam, diwarnai aksi pencopetan massal. Namun, berkat koordinasi cepat antara panitia dan pihak kepolisian, sebanyak 47 ponsel berhasil ditemukan sebelum berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengungkapkan bahwa sejak band pembuka mulai tampil, panitia konser mulai menerima laporan dari penonton yang kehilangan ponselnya. Seiring berjalannya waktu, jumlah laporan terus bertambah, hingga akhirnya panitia berkoordinasi dengan kepolisian yang berjaga di lokasi.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi Dengan Awak Media, Sinoeng N Rachmadi Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Ekonomi untuk Masa Depan Salatiga

Pemeriksaan Ketat di Pintu Keluar Berhasil Bongkar Modus Pelaku

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, aparat kepolisian bersama panitia konser segera mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap setiap penonton yang keluar dari area konser. Langkah ini bertujuan untuk menemukan ponsel yang hilang sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya pelaku yang masih berada di lokasi.

Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah ponsel yang disembunyikan di dalam tas dan diletakkan di lantai dalam tiga titik berbeda. Diduga, para pelaku sengaja membuang barang curian saat menyadari adanya pemeriksaan ketat agar mereka bisa menghindari tertangkap tangan membawa ponsel hasil curian.

Baca Juga:  Press Release KRYD: Premanisme, Miras, Narkoba, hingga Asusila: Polres Salatiga Berhasil Ungkap Puluhan Kasus dalam Sebulan

\”Dari total 49 laporan kehilangan, kami berhasil menemukan 47 ponsel dan mengembalikannya kepada pemiliknya setelah dilakukan verifikasi. Proses pengecekan dilakukan dengan meminta pemilik untuk membuka kunci layar dan menunjukkan foto mereka di galeri ponsel,\” ujar AKBP Taat pada Senin (10/2/2025).

Berdasarkan temuan di lapangan, polisi menduga aksi pencurian ini dilakukan secara berkelompok. Para pelaku masuk ke dalam arena konser bersama penonton lain, lalu mencuri ponsel secara diam-diam di tengah keramaian. Namun, ketika mereka menyadari adanya pemeriksaan ketat di pintu keluar, barang hasil curian pun sengaja ditinggalkan untuk menghindari kecurigaan petugas.

Baca Juga:  Wapres Gibran Kunjungi Gereja HKBP Sei Agul: Pesan Persatuan dan Toleransi untuk Natal 2024

\”Dari 47 ponsel yang kami temukan, 45 masih dalam kondisi baik, sementara 2 lainnya mengalami kerusakan. Sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri sebelum bisa kami identifikasi,\” jelas Kapolres.

Koordinasi Panitia dan Kepolisian Berhasil Minimalkan Kerugian

Keberhasilan dalam menemukan sebagian besar ponsel yang hilang menjadi bukti bahwa koordinasi antara pihak kepolisian dan panitia konser berjalan dengan baik. AKBP Taat juga mengapresiasi langkah panitia yang sigap membuka posko pengaduan bagi penonton yang kehilangan barangnya.

Baca Juga:  Ratusan Kadet Ditempa di Surabaya: PERSAMI Jadi Ajang Melahirkan Pemimpin Muda Tangguh

\”Kami berharap ke depannya setiap acara besar seperti konser bisa memiliki posko pengaduan serupa. Dengan begitu, pengamanan bisa lebih optimal, dan jika terjadi insiden kehilangan barang, bisa segera ditindaklanjuti,\” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat berada di tempat ramai dan memastikan barang berharganya tersimpan dengan aman.

Baca Juga:  Hari Desa Nasional: Kabupaten Semarang Dorong Desa Mandiri Pangan dan Atasi Stunting

\”Kami mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang kooperatif dalam pemeriksaan, serta kepada panitia yang proaktif dalam menjaga keamanan acara. Kami tentu akan terus mendukung acara-acara seperti ini yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,\” pungkasnya.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang diduga beroperasi dalam jaringan pencopetan terorganisir. (*)