Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Semangat membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di SMAIT Nurul Islam Tengaran, Sabtu–Minggu (16–17/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 53 perwakilan Sakocab Pramuka SIT dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah serta sekitar 100 Pramuka Penegak dari SMAIT se-Jawa Tengah. Rakorda menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan visi gerakan Pramuka SIT di tingkat daerah.

Suasana penuh semangat dan kekeluargaan tampak mewarnai jalannya kegiatan. Para peserta tidak hanya mengikuti forum koordinasi, tetapi juga mempererat sinergi dalam upaya membangun kader-kader pemimpin muda yang siap menghadapi tantangan zaman.

Ketua Pinsakoda Pramuka SIT Jawa Tengah, Priyono, menyampaikan rasa syukur atas semakin kuatnya koordinasi antarwilayah Pramuka SIT di Jawa Tengah. Ia menyebutkan, grup koordinasi Tim Pramuka SIT kini telah mencakup seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Menurutnya, Rakorda menjadi bagian penting dari langkah strategis untuk mewujudkan visi bersama dalam memperkuat peran Pramuka SIT sebagai wadah pembentukan generasi muda yang taqwa dan berkepribadian shalih.

“Rakorda ini menjadi bagian dari konsolidasi strategis untuk mewujudkan visi bersama, yakni menguatkan peran Pramuka SIT dalam membentuk generasi yang taqwa, tangguh, tangkas, dan teguh dalam pribadi yang shalih,” ujar Priyono.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan dalam Forum Musyawarah Pramuka SIT (Formuska) bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan estafet perjuangan dan bagian dari dakwah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Sabilul Khoirot, Muhammad Sa’dulloh Mahmud, menilai Formuska memiliki peran strategis sebagai ruang pendidikan organisasi sekaligus pembinaan karakter islami bagi para siswa.

Menurutnya, gerakan Pramuka yang dipadukan dengan nilai dakwah pendidikan akan melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kepemimpinan yang kuat.

“Formuska bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga tempat pembentukan karakter islami. Kolaborasi antara dakwah pendidikan dan gerakan Pramuka sangat penting dalam mewujudkan generasi penerus yang berkarakter,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Pinsako SIT dan Formuska dapat menjadi sarana kontribusi nyata bagi umat sekaligus menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Mabisakoda Pramuka SIT Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan hidup melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi kehidupan sosial.

“Kita perlu belajar berbagai keterampilan. Melalui gerakan Pramuka, kita diajarkan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” jelas Hananto.

Ia juga menyampaikan filosofi kepemimpinan bahwa seseorang tidak akan mampu memberi jika dirinya tidak memiliki bekal yang cukup. Karena itu, Gerakan Pramuka dinilai menjadi salah satu sarana strategis dalam mempersiapkan pemimpin masa depan.

Lebih lanjut, Hananto menjelaskan bahwa Pramuka SIT berada dalam koordinasi Bidang 2 JSIT Indonesia karena memiliki peran penting dalam pembinaan kepemimpinan generasi muda. Ia menyebut tiga bekal utama seorang pemimpin adalah sejarah, geografi, dan sastra — seluruhnya dapat ditemukan dalam pendidikan kepramukaan.

Selain membahas penguatan program pembinaan, Rakorda juga menyoroti perkembangan struktur organisasi Pramuka SIT. Saat ini, Sako SIT tidak lagi berdiri sebagai bidang tersendiri di kepengurusan JSIT Indonesia, melainkan menjadi tim yang berkolaborasi bersama Bidang 2 JSIT Indonesia.

Melalui Rakorda ini, Pinsako Pramuka SIT Jawa Tengah berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antarwilayah, peningkatan kualitas pembinaan Pramuka SIT, serta lahirnya kader-kader pemimpin muda yang siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara. (*)!!