Revolusi Sampah Cilacap! Investor Alterna Verde Siap Sulap Limbah Jadi Energi

Laporan: Widodo Mei Dwi

CILACAP | SUARAGLOBAL.COM – Kabupaten Cilacap bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan sampah. Tak lagi sekadar menumpuk dan membuang, kini sampah justru akan “disulap” menjadi energi bernilai guna!

Melalui kerja sama dengan investor Alterna Verde, Pemerintah Kabupaten Cilacap merancang pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kunci di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja, menjadi fasilitas modern berbasis circular controlled landfill.

Kamis (9/4/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, turun langsung ke lokasi untuk meninjau sekaligus membahas konsep besar proyek yang digadang-gadang mampu membawa Cilacap menuju zero waste 2027.

Dalam kunjungan tersebut, Ammy didampingi jajaran penting, mulai dari Plh Sekda Annisa Fabriana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Achmad Nurlaeli, Camat Sidareja Nugroho Slamet Budi Santoso, hingga perangkat desa setempat.

Baca Juga:  Polres Banjarnegara Berhasil Ringkus Dua Tersangka Tipu Dan Penggelapan Ranmor Yang Viral Di Medsos

Ammy mengungkapkan, teknologi dari Alterna Verde bukan sekadar mengolah sampah biasa. Kapasitasnya bahkan bisa mencapai 1.000 ton sampah per hari, hampir menyamai total produksi sampah dari wilayah Sidareja, Wanareja, hingga Jeruklegi.

“Gas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk memasak maupun energi. Jadi konsepnya benar-benar waste to energy dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ammy.

Dengan kata lain, sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik, justru akan berubah menjadi sumber energi alternatif!

Sistem circular controlled landfill yang diusung menjadi solusi tengah antara metode lama dan teknologi mahal. Sampah akan dipadatkan, ditimbun, lalu ditutup menggunakan membran berbentuk kubah (dome).

Menariknya, dalam beberapa tahun, sampah terutama plastik yang sulit terurai akan diproses melalui gasifikasi hingga menghasilkan gas atau bahan bakar.

Baca Juga:  Polres Blitar Luncurkan Identitas Baru untuk Tim Resmob: Satya Haprabu

Tak hanya itu, sistem ini juga mampu mengelola air lindi dan gas metana secara lebih aman. Hasilnya? Lebih ramah lingkungan dibanding open dumping, namun tetap lebih hemat dibanding sanitary landfill.

Meski terdengar revolusioner, Ammy menegaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap pengkajian matang.

“Kita masih menghitung kebutuhan lahan dan peruntukannya. Tapi dengan sistem ini, harapannya 2027 kita bisa benar-benar mencapai zero waste,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga berencana melakukan pendataan ulang titik-titik pembuangan sampah liar yang selama ini menjadi masalah tersendiri.

Sementara itu, Plh Sekda Cilacap, Annisa Fabriana, mengungkapkan bahwa kebutuhan minimal operasional sistem ini sekitar 200 ton sampah per hari.

Baca Juga:  Aksi Tawuran Terekam CCTV: Polisi Dalami Motif di Balik Bentrokan Pelajar Salatiga

Namun, untuk tahap awal, proyek bisa dimulai dari skala kecil sekitar 35 ton per hari.

“Pengembangan TPA Kunci berpotensi diperluas hingga 10 hektar. Tapi ini masih kita kaji karena lokasinya berbatasan dengan lahan pertanian dan permukiman warga,” terang Annisa.

Keunggulan lain dari TPA Kunci adalah lokasinya yang strategis dengan akses jalan yang memadai. Bahkan, ada peluang integrasi dengan TPA lain di wilayah Cilacap.

Namun demikian, Annisa menegaskan bahwa saat ini baru sebatas survei awal.

“Belum ada kesepakatan. Ini masih tahap penjajakan dan akan kita tindak lanjuti bersama pihak terkait,” pungkasnya.

Jika proyek ini benar-benar terealisasi, Sidareja bukan hanya mengatasi masalah sampah tetapi juga berpotensi menjadi pionir energi alternatif berbasis limbah di Indonesia!. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!