Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Pemerintah Kota Salatiga untuk mempercepat pembangunan berbasis wilayah kembali ditegaskan. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., turun langsung meninjau Kelurahan Kauman Kidul dan Kelurahan Blotongan, Rabu (3/6/2026), guna memastikan berbagai program prioritas daerah berjalan selaras hingga tingkat paling bawah pemerintahan.

Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar seremonial. Robby datang membawa sejumlah agenda strategis mulai dari peningkatan pelayanan publik, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan sampah, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan potensi wisata dan UMKM lokal.

Dalam kunjungannya, Wali Kota didampingi sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkot Salatiga, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala BPKPD, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Salatiga.

Di hadapan aparatur kelurahan, Robby menegaskan bahwa kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan publik. Karena itu, seluruh perangkat kelurahan diminta bergerak aktif mengawal berbagai program prioritas pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat kota, tetapi juga kemampuan aparatur kelurahan dalam menerjemahkan program menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semua harus bergerak bersama, bersinergi, dan fokus pada program yang dampaknya langsung dirasakan warga,” tegasnya.

Salah satu perhatian utama Wali Kota adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terutama terkait validitas data penerima manfaat.

Baca Juga:  Penanaman Bibit Pohon di Waduk Citani: Polri dan Masyarakat Gresik Bersinergi

Jajaran terkait diminta melakukan pemutakhiran data ibu hamil dan balita agar kapasitas layanan yang disiapkan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting agar program nasional yang menyasar kelompok rentan tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam sektor kesehatan, Robby juga menginstruksikan pengaktifan kembali Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Melalui program ini, pendataan ibu hamil akan dilakukan lebih intensif sehingga berbagai kebutuhan pendukung persalinan dapat dipersiapkan sejak awal. Mulai dari kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan pendonor darah, hingga sarana transportasi darurat apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

Tak hanya tenaga kesehatan, Robby juga meminta kader PKK, anggota Linmas, dan ASN ikut berperan aktif mengawal kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di lingkungan masing-masing.

Pada sektor keamanan dan ketertiban, Wali Kota memberikan apresiasi terhadap proses regenerasi anggota Linmas yang kini banyak diisi generasi muda.

Menurutnya, kehadiran anak-anak muda dalam tubuh Linmas menjadi energi baru dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.

Menanggapi aspirasi terkait kesejahteraan anggota Linmas, Pemkot Salatiga berencana mengkaji kemungkinan pemberian insentif rutin setiap bulan.

Selain itu, anggota Linmas juga akan didorong mengikuti berbagai pelatihan keterampilan dan program pemberdayaan ekonomi agar memiliki nilai tambah di luar tugas keamanan lingkungan.

Persoalan sampah menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam kunjungan tersebut.

Baca Juga:  Diduga Sopir Kurang Fokus, Truk Ekspedisi Terguling di Ungaran: Tumpahan Solar Bikin Jalan Licin!

Robby menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Ia mengajak warga membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik didorong untuk diolah menjadi kompos menggunakan komposter sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan permukiman.

Menariknya, Pemkot juga berencana menggandeng siswa SMK untuk memproduksi alat komposter murah dan efektif. Selain itu, pengembangan budidaya maggot dan pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak juga mulai disiapkan sebagai solusi berkelanjutan.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta guna mempercepat penanganan sampah di Kota Salatiga.

Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkot akan menggelar lomba video kreatif antar-kelurahan bertema lingkungan bersih. Kelurahan terbaik nantinya akan mendapatkan dana stimulan untuk mengembangkan program pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Robby juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital melalui Salatiga Online System (SOS) agar pelayanan publik semakin mudah, cepat, dan transparan.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi aset lahan produktif milik pemerintah daerah, pemanfaatan fasilitas Rumah Dilan untuk peningkatan keterampilan masyarakat, serta pengembangan ketahanan pangan melalui budidaya padi pot di kawasan permukiman.

Sementara itu, Lurah Kauman Kidul, Nur Ichwan, memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki wilayahnya.

Ia menegaskan komitmen untuk mengembangkan Kauman Kidul sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal melalui visi “Dari Sumber Daya Lokal, Menuju Destinasi Berkelas”.

Baca Juga:  Jaga Marwah Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Jateng Teguhkan Komitmen Integritas dan Profesionalitas Petugas

Sejumlah destinasi yang menjadi andalan antara lain Kawasan Agrowisata Sitalang, wisata petualangan Sitalang River Tubing, hamparan persawahan yang masih asri, hingga Noreen Farm, agrowisata melon hidroponik yang mengedepankan edukasi pertanian modern.

Potensi tersebut diyakini mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Di Kelurahan Blotongan, Lurah Chomsatun, S.H., memaparkan sejumlah potensi unggulan yang selama ini terus dikembangkan.

Wisata religi Makam Rono Sentiko dan kuliner sate kambing menjadi ikon yang terus dipromosikan untuk mendukung sektor ekonomi lokal.

Selain itu, Blotongan juga dikenal sebagai salah satu kelurahan yang aktif mengembangkan pelayanan publik berbasis digital.

Masyarakat kini dapat mengurus berbagai surat secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor kelurahan, sehingga pelayanan menjadi lebih praktis dan efisien.

Tak hanya itu, Kelurahan Blotongan juga menghadirkan inovasi Sate Blotongan (Sarana Akses Terpadu E-Pembangunan Kelurahan Blotongan), sebuah aplikasi yang memungkinkan warga memantau usulan pembangunan secara terbuka dan partisipatif.

Melalui inovasi tersebut, transparansi pembangunan di tingkat kelurahan diharapkan semakin meningkat sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan wilayah.

Kunjungan Wali Kota Robby Hernawan ke Kauman Kidul dan Blotongan menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Salatiga ke depan akan semakin bertumpu pada potensi wilayah, partisipasi masyarakat, serta pelayanan publik yang cepat, modern, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. (*)