Laporan: W Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik yang inklusif, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Salatiga mengadakan pelatihan bahasa isyarat bagi para pegawainya. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rutan Salatiga dan diikuti oleh berbagai petugas, mulai dari petugas layanan hingga pegawai teknis dan fasilitatif, Jumat (25/10).

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petugas Rutan dengan kompetensi bahasa isyarat, sehingga mereka dapat berkomunikasi lebih efektif dengan masyarakat umum dan warga binaan penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan komitmen Rutan Salatiga untuk memberikan layanan yang ramah, setara, dan berbasis hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga:  HPN 2026, Ketua Fraksi PKS Jatim: Pers Harus Jadi Cahaya Demokrasi dan Penjaga Kebenaran Bangsa

“Pelatihan bahasa isyarat ini kami laksanakan sebagai upaya mendukung pelayanan publik berbasis HAM, sesuai arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto, dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kadiyono. Kami berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan para petugas dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal, terutama bagi penyandang disabilitas,” jelas Redy Agian, Kepala Rutan Salatiga.

Menurut Redy, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Rutan Salatiga untuk meningkatkan kualitas layanan publik agar semakin inklusif. “Melalui pelatihan ini, kami harapkan para petugas lebih siap dan cekatan dalam memberikan layanan yang adil, setara, dan penuh empati kepada semua pengguna layanan. Dengan demikian, kami bisa menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi semua pihak, tanpa terkecuali,” ujarnya.

Baca Juga:  Dini Hari Berujung Duka: Supra X Tabrak Revo Fit di Jalan Fatmawati Salatiga, Satu Pengendara Tewas, Ini Jelasnya

Redy juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala SLB Kota Salatiga, Fanie Dipa, atas dukungan dan kerja sama yang terjalin dalam pelaksanaan pelatihan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga seluruh petugas Rutan semakin mahir dalam berbahasa isyarat dan memahami kebutuhan kelompok rentan.

Baca Juga:  Tiga Momentum, Satu Semangat: Salatiga Siapkan 90 Event Meriah Sambut Hari Jadi, Hari Koperasi, dan HUT RI ke-80

“Kami sangat menghargai kerja sama dari SLB Kota Salatiga yang telah memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini. Kami berharap, pelatihan ini dapat berlanjut agar para petugas semakin kompeten dalam bahasa isyarat dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi kelompok rentan,” pungkas Redy.

Pelatihan bahasa isyarat ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif di lingkungan Rutan Salatiga, di mana petugas dapat memberikan pelayanan yang lebih manusiawi dan menghargai perbedaan, sehingga mencerminkan pelayanan publik yang ramah dan inklusif. (*)