Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan komprehensif yang meliputi deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan dukungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sidorejo Kota Salatiga.

Tujuan utama program ini adalah mendeteksi dini risiko kesehatan, termasuk HIV/AIDS, serta memastikan kondisi kesehatan seluruh WBP tetap terjaga. Langkah ini juga menjadi bentuk antisipasi untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan Rutan.

Baca Juga:  Polda Jatim Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Bela Diri, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

Kepala Rutan Salatiga, Redy Agian, melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Ruwiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Rutan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi para WBP.

“Pemeriksaan kesehatan ini adalah langkah antisipasi dan deteksi dini bagi seluruh WBP. Kami ingin memastikan kesehatan mereka tetap terpantau dengan baik,” ujar Ruwiyanto pada Kamis (16/01/25).

Baca Juga:  Kapolsek Krembangan Edukasi Pelajar Surabaya tentang Bahaya Bullying dan Narkoba

Ruwiyanto menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh WBP dalam kondisi sehat. Selain itu, pihaknya terus memantau penerapan pola hidup sehat di kalangan WBP, termasuk dengan memastikan kualitas makanan yang disediakan.

“Alhamdulillah, semua WBP dalam keadaan sehat. Kami juga memberikan edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat dan memastikan makanan yang disajikan sesuai standar nutrisi dan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Baca Juga:  Wakapolresta Deli Serdang Pimpin Kegiatan "Jumat Curhat" di Masjid Nurul Iman: Dialog Polisi dan Masyarakat

Kegiatan ini diikuti oleh 177 WBP dan 21 petugas Rutan. Tim kesehatan, yang dipimpin oleh dr. Muhammad Ihsan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes profil lipid seperti kolesterol, trigliserida, tekanan darah, dan kadar asam urat. Selain itu, VCT dilakukan untuk mendeteksi risiko HIV/AIDS.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal kami di tahun 2025. Selanjutnya, program serupa akan dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kesehatan para WBP dan memastikan kondisinya tetap terpantau,” ujar dr. Ihsan.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Semeru 2025: Polda Jatim Siagakan 15 Ribu Personel untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Rutan Salatiga secara konsisten menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan harian. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama di musim penghujan, yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Selain pemeriksaan, Rutan juga menyediakan layanan edukasi dan konsultasi kesehatan bagi WBP.

“Edukasi dan konsultasi kesehatan adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup para WBP selama masa pembinaan,” imbuh Ruwiyanto.

Baca Juga:  Seorang Perempuan Pulang dari Pasar Tewas Diseruduk Truk Cabai Ugal-ugalan di Mojokerto, Ini Jelasnya 

Program pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya menjadi langkah nyata dalam menjamin kesehatan WBP tetapi juga menunjukkan dedikasi Rutan Salatiga terhadap pelayanan yang lebih baik. Dengan program berkelanjutan ini, Rutan Salatiga berkomitmen menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi seluruh WBP. (*)