Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Galeri Dewan Kesenian Surabaya menjadi saksi pertemuan dua dunia yang kerap dipandang berbeda: seni dan politik. Dalam pameran bertajuk Vivere Pericoloso, para seniman menghadirkan berbagai karya yang sarat makna sosial, sementara Anggota DPRD Jawa Timur Ir. Jordan M. Bataragoa, M.Sc. hadir untuk menyerap aspirasi budaya sekaligus membuka ruang dialog dengan para pelaku seni.

Kunjungan Jordan ke pameran tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Politikus muda Jawa Timur itu terlihat menyusuri setiap sudut galeri, mengamati satu per satu karya yang dipamerkan, sembari berdiskusi langsung dengan para perupa mengenai ide, pesan, hingga proses kreatif yang melahirkan karya-karya tersebut.

Pameran Vivere Pericoloso menampilkan beragam karya visual yang mengangkat refleksi kehidupan sosial, dinamika masyarakat modern, hingga kritik terhadap berbagai realitas perkotaan. Melalui lukisan, instalasi, dan medium visual lainnya, para seniman mencoba menerjemahkan fenomena sosial ke dalam bahasa seni yang simbolik namun komunikatif.

Baca Juga:  TMMD Kodim 0724/Boyolali Tebar Cahaya Iman: Al-Qur’an Diserahkan untuk Masjid Al Amin 

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Jordan mendengarkan berbagai pandangan para seniman terkait kondisi sosial yang mereka tuangkan dalam karya. Ia menilai seni memiliki kekuatan yang unik untuk menyampaikan pesan kepada publik, bahkan mampu menghadirkan perspektif yang sering kali tidak terlihat dalam ruang-ruang formal kebijakan.

Menurut Jordan, karya seni bukan hanya hasil kreativitas, tetapi juga refleksi dari denyut kehidupan masyarakat yang patut diperhatikan oleh para pemangku kebijakan.

“Melalui seni, kita dapat melihat realitas dari sudut pandang yang lebih luas dan humanis,” ujar Jordan saat meninjau pameran.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari para perupa yang terlibat dalam pameran. Mereka menilai kehadiran wakil rakyat di ruang seni merupakan bentuk perhatian terhadap perkembangan budaya sekaligus pengakuan bahwa seni memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik.

Baca Juga:  Polres Blitar Perketat Pengawasan Jelang Tradisi Suro, Tegas Tindak Pelanggaran Anggota Silat

Para seniman mengungkapkan bahwa Vivere Pericoloso dirancang sebagai ruang ekspresi untuk menyuarakan gagasan, keresahan, kritik sosial, hingga harapan terhadap kehidupan masyarakat melalui karya visual. Mereka berharap ruang-ruang seni seperti ini terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai elemen, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan.

Di sisi lain, pihak Galeri Dewan Kesenian Surabaya menilai pameran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni budaya di Kota Pahlawan. Selain menghadirkan karya-karya kreatif, pameran juga membuka kesempatan terjadinya interaksi langsung antara seniman, masyarakat, akademisi, hingga para pengambil kebijakan.

Baca Juga:  Pamit BAB, Bocah Ini Justru Hanyut di Sungai Banyuripan

Keberadaan ruang dialog semacam ini dinilai penting karena mampu mempertemukan berbagai perspektif dalam suasana yang terbuka dan konstruktif. Seni tidak hanya menjadi sarana apresiasi estetika, tetapi juga wadah pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Vivere Pericoloso, seni tampil bukan sekadar sebagai objek pameran, melainkan sebagai medium komunikasi yang menjembatani suara masyarakat dengan dunia kebijakan. Pertemuan antara para seniman dan Jordan Bataragoa menjadi simbol bahwa dialog lintas bidang dapat membuka ruang pemahaman yang lebih luas terhadap realitas sosial yang terus berkembang.

Pameran ini pun menegaskan bahwa di tengah dinamika kehidupan perkotaan, seni tetap memiliki peran strategis sebagai cermin zaman sekaligus jembatan yang menghubungkan gagasan, kritik, dan harapan masyarakat dengan para pengambil keputusan. (*)