Satu Abad NU, Puguh Wiji Pamungkas: NU Tetap Jadi Benteng Moral Bangsa

Laporan: Ninis Indrawati

JATIM | SUARAGLOBAL.COM – Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum refleksi mendalam atas perjalanan panjang dan kontribusi besar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selama satu abad, NU dinilai tidak hanya konsisten menjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga berperan aktif dalam membangun harmoni sosial di tengah kemajemukan Indonesia.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa peran moral dan sosial NU justru semakin relevan dan strategis di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Menurutnya, NU telah membuktikan diri sebagai kekuatan moderasi yang mampu merawat persatuan bangsa.

Baca Juga:  Surabaya–Liverpool Makin Solid: 200 Siswa SSB Jalani Latihan Berstandar Inggris Bareng Tranmere Rovers

“NU selama ini konsisten menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang moderat, toleran, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia,” ujar Puguh dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2026).

Ia menilai, kontribusi NU tidak hanya terlihat dalam ranah keagamaan, tetapi juga nyata dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan ekonomi umat. Jaringan pesantren, madrasah, lembaga pendidikan, serta basis sosial NU yang mengakar hingga ke tingkat desa dinilai menjadi modal besar dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan nasional.

“NU bukan hanya penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga benteng moral dan kekuatan sosial yang turut membangun karakter bangsa serta menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Pabrik ke Jalan Raya, Satlantas Polres Pasuruan Ajak Karyawan Jadi Pelopor Keselamatan

Lebih lanjut, Puguh menekankan bahwa peringatan satu abad NU tidak boleh berhenti pada perayaan simbolik semata. Momentum bersejarah ini harus dijadikan pijakan untuk memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari krisis moral, kesenjangan sosial, hingga dampak globalisasi yang terus berkembang.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda NU. Menurutnya, kader muda NU harus tampil sebagai pelopor perubahan dan inovasi sosial, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama pendiri NU.

Baca Juga:  Apel Pengecekan Kaporlap: Polres Salatiga Pastikan Kesiapan Personel Amankan Pemungutan Suara

“Generasi muda NU perlu mengambil peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka harus mampu menjaga nilai moral, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat modern yang dinamis,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Puguh turut menyampaikan komitmen Gemantara Indonesia untuk terus bersinergi dengan NU dalam memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, serta kesejahteraan rakyat. Ia berharap, semangat satu abad NU dapat menjadi energi kolektif untuk memperkuat peran moral dan sosial dalam membangun Indonesia yang lebih berkeadilan.

“NU di usia satu abad harus terus menjadi cahaya moral dan kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia, demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!