Selamatkan Warisan Ulama Nusantara, UIN Salatiga Gandeng Nahdlatut Turots Bangkalan

Laporan: Ninis Indrawati

BANGKALAN | SUARAGLOBAL.COM – Upaya pelestarian warisan intelektual Islam Nusantara terus digencarkan. Kali ini, langkah strategis dilakukan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) UIN Salatiga dengan melakukan kunjungan resmi ke Perpustakaan Nahdlatut Turots di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (28/4/26).

Kunjungan ini bukan sekadar agenda akademik biasa. Di baliknya, tersimpan misi besar: menyelamatkan dan menghidupkan kembali naskah-naskah kuno (turots) peninggalan ulama Nusantara yang sarat nilai keilmuan, sejarah, dan peradaban Islam.

Fokus utama perhatian tertuju pada karya-karya monumental ulama besar, termasuk Syaikhona Kholil Bangkalan, yang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam perkembangan keilmuan Islam di Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen nyata dan berkelanjutan, kegiatan ini juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FUADAH UIN Salatiga dan Nahdlatut Turots. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian bersama, program magang mahasiswa, hingga publikasi ilmiah berbasis manuskrip klasik.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Tinjau Langsung Operasi Pencarian Korban KM Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Sinergi ini sekaligus menegaskan posisi UIN Salatiga sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mengembangkan sains dan seni berbasis nilai kemanusiaan serta sejarah Islam yang moderat.

Ketua Nahdlatut Turots, KH. Usman Hasan Al-Akhyari, mengungkapkan bahwa perjalanan lembaganya dalam menyelamatkan naskah kuno bukanlah hal yang mudah. Ia menuturkan, cikal bakal gerakan ini berangkat dari penemuan cetakan kuno karya Syaikhona Kholil di Pasuruan serta momentum penting saat Muktamar NU ke-34 di Lampung.

“Kami menyusuri pondok pesantren, area makam, hingga rumah tokoh masyarakat. Banyak naskah ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan, rapuh karena usia dan penyimpanan yang tidak memadai,” jelasnya.

Baca Juga:  Menembus Kabut Jannah: Air Terjun Pofua’a Bente Diresmikan, Gubernur Sulteng Dorong Morowali Jadi Pionir Seribu Desa Wisata

Menurut KH. Usman, tantangan terbesar bukan hanya menemukan naskah, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, Nahdlatut Turots menerapkan standar ketat dalam proses pelestarian, mulai dari konservasi fisik hingga digitalisasi modern.

Langkah ini dinilai krusial agar warisan keilmuan ulama tidak hilang ditelan zaman, sekaligus dapat diakses lebih luas oleh generasi mendatang, baik akademisi maupun masyarakat umum.

Sementara itu, Dekan FUADAH UIN Salatiga, Prof. Dr. Supardi, M.A., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Nahdlatut Turots dalam menjaga khazanah intelektual Islam. Ia menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mempertemukan dunia akademik dengan sumber sejarah otentik.

Baca Juga:  Pesan Damai Walikota Salatiga Dalam Perayaan Natal 2018

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan naskah kuno dilakukan sesuai standar akademik. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen kami dalam menjaga identitas bangsa melalui pelestarian literasi ulama,” tegasnya.

Lebih jauh, ia berharap mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penelitian manuskrip, sehingga mampu memahami akar keilmuan Islam Nusantara secara lebih mendalam.

Kunjungan ini pun menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya literasi Islam, sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas lembaga. Dengan kolaborasi yang terbangun, harapan besar pun mengemuka: agar warisan intelektual ulama Nusantara tetap hidup, relevan, dan memberi kontribusi bagi peradaban global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!