Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM  – Musibah runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, masih menyisakan duka mendalam. Tidak hanya bagi para santri, tetapi juga keluarga korban yang masih menunggu proses evakuasi. Untuk meringankan beban mereka, Polresta Sidoarjo Polda Jatim menerjunkan puluhan Polisi Wanita (Polwan) guna memberikan pendampingan langsung di lokasi.

Kehadiran para Polwan itu bukan sekadar menjaga situasi, tetapi juga memberikan trauma healing dan dukungan emosional kepada keluarga korban. Dengan pendekatan humanis, mereka mendampingi para keluarga yang tengah menanti kabar dari proses evakuasi yang hingga hari ketiga masih terus berlangsung.

Baca Juga:  Nasabah Geruduk Rumah Bos Koperasi BLN Salatiga, Dana Ratusan Juta Rupiah Belum Kembali

Selain memberikan pendampingan psikologis, Polwan juga membagikan bantuan makanan dan minuman kepada keluarga korban maupun relawan yang berjaga di posko darurat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar tetap tercukupi di tengah situasi sulit.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menegaskan bahwa keterlibatan Polwan merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga:  Donasi Berujung Judi, Relawan Gadungan Asal Lampung Dibekuk Polres Ponorogo, Ini Jelasnya 

“Musibah runtuhnya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny menimbulkan duka dan kecemasan mendalam bagi keluarga korban. Oleh karena itu, kami melibatkan Polwan untuk memberikan pendampingan, pelayanan, serta dukungan psikologis bagi keluarga yang masih menunggu proses evakuasi,” ujar Kombes Tobing, Kamis (2/10/2025).

Dengan senyum ramah, sapaan hangat, hingga doa bersama, para Polwan berusaha memberikan ketenangan. Mereka hadir tidak hanya di posko evakuasi, tetapi juga menyambangi langsung keluarga korban yang memilih menunggu di sekitar area pondok.

Baca Juga:  Polisi Amankan Sembilan Remaja Diduga Anggota Gengster yang Berencana Tawuran di Surabaya

Hingga hari ketiga pascakejadian, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan setempat. Polisi juga tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan jalannya evakuasi berjalan lancar dan aman.

Musibah runtuhnya bangunan berlantai tiga tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Dukungan moril yang diberikan Polwan diharapkan dapat membantu keluarga korban menghadapi masa sulit ini, sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga kepedulian sosial dan kemanusiaan. (*)