Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maemoen menemani tamu dari Syiria, Mohamad Sulaiman, di rumah dinas Wakil Gubernur, Kamis (27/09/2018)

Semarang, beritaglobal.net – Tasyakuran memasuki rumah yang baru akan dihuni, mungkin bukan hal yang asing di masyarakat. Tapi akan menjadi berbeda jika tasyakuran tersebut dihadiri oleh tokoh dari negara lain.

Setidaknya itu yang dirasakan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen kepada beritaglobal.net, saat tasyakuran menempati Rumah Dinas Wakil Gubernur di Rinjani, Kamis (27/09/2018) malam. Selain dihadiri para santri dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, tasyakuran tersebut juga dihadiri tokoh dari Syria, Mohamad Sulaiman.

Baca Juga:  Pererat Tali Silaturahmi Satgas Yonif R 300/BJW, Bagikan Sembako Untuk Warga Kampung Yuwanda

Wagub Taj Yasin menjelaskan, tamu kehormatannya merupakan ulama, dan anggota Komite Penanggulangan AIDS Timur Tengah di organisasi Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB). Selain itu juga menjadi guru besar program pascasarjana Universitas Ummu Durman Damaskus, sekaligus penggiat antiterorisme dan radikalisme.

Baca Juga:  Semangat Baru di Laut Nusantara: Serah Terima Jabatan Komandan KRI Pulau Fanildo-732 di Koarmada II

ā€œJadi selain ulama, beliau juga ahli sosial karena terlibat dalam menangani penyakit AIDS. Beliau guru kami,ā€ katanya kepada para santri yang hadir dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Mohamad Sulaiman merasa terkesan dengan kunjungan pertamanya di Jawa Tengah. Terutama saat menyaksikan iringan salawat dan nasyid dalam tasyakuran tersebut. Dia berharap masyarakat terus menjaga ajaran agama, termasuk aliran tasawuf, yang sesuai Al Quran dan ajaran Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Bukan Cuma Kejar Juara! Kapolda Jatim Buka Pekan Olahraga Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Kebersamaan dan Sportivitas

ā€œJangan sampai terjerumus atau terjebak ajaran-ajaran yang tidak sesuai. Pegang teguh agama Anda, pegang teguh tasawuf Anda, pegang teguh sikap moderat yang sudah ada di sini. Jangan beri ruang gerakan ekstremis untuk tumbuh. Apabila potensinya sudah ditemukan di tengah-tengah kita, segera dijauhkan. Jangan sampai jadi subur di tengah-tengah kita,ā€ pesannya. (Kristiyono/HMS)