Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Dunia pendidikan Kota Salatiga kembali menorehkan prestasi membanggakan. Seorang siswi SMP Stella Matutina Salatiga, Gabriela Tirza Jeovana Utomo, berhasil mencatatkan capaian luar biasa dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dengan meraih rata-rata nilai sempurna.

Prestasi tersebut menempatkan Gabriela sebagai salah satu siswa dengan capaian akademik tertinggi di Kota Salatiga sekaligus menjadi kebanggaan bagi sekolah, keluarga, dan masyarakat Kota Salatiga.

Keberhasilan Gabriela menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di Salatiga terus menunjukkan perkembangan positif. Di tengah persaingan yang semakin ketat di tingkat nasional, siswa-siswi Salatiga mampu menunjukkan kemampuan akademik yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

TKA sendiri merupakan instrumen penilaian terstandar yang digunakan untuk mengukur capaian akademik peserta didik. Hasilnya menjadi salah satu referensi penting dalam berbagai proses seleksi pendidikan lanjutan maupun pemetaan mutu pendidikan.

Baca Juga:  Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Perhatikan Pedagang dan Infrastruktur Pasar Porong

Tidak hanya Gabriela yang mencuri perhatian. Hasil TKA 2026 juga menunjukkan capaian membanggakan dari siswa-siswa Salatiga lainnya, khususnya pada mata pelajaran Matematika.

Tercatat ada dua siswa dari Kota Salatiga yang berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Matematika. Salah satu siswa berasal dari SMP Stella Matutina Salatiga, sementara satu siswa lainnya berasal dari SMP Negeri 1 Salatiga.

Capaian tersebut terasa semakin istimewa mengingat secara nasional hanya 271 siswa yang berhasil memperoleh nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika.

Data tersebut menunjukkan bahwa siswa Salatiga mampu bersaing di level nasional dan membuktikan kualitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah-sekolah kota tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati, mengungkapkan bahwa secara umum hasil TKA siswa SMP di Kota Salatiga berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga:  Program Kopling, Cara Polres Blitar Rangkul Warga Lewat Secangkir Kopi

Menurutnya, rata-rata nilai TKA jenjang SMP di Kota Salatiga mencapai 60,46, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada pada angka 54,3.

Pada mata pelajaran Matematika, rata-rata nilai siswa SMP Salatiga mencapai 47,23, sedangkan rata-rata Jawa Tengah berada di angka 42,65.

Sementara untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa Salatiga juga menunjukkan performa yang sangat baik dengan rata-rata nilai mencapai 72,31, melampaui rata-rata provinsi yang sebesar 65,95.

Tak berhenti di situ, prestasi siswa Salatiga pada mata pelajaran Bahasa Indonesia juga patut mendapat apresiasi. Sebanyak 26 siswa SMP di Kota Salatiga berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran tersebut.

Jumlah tersebut menjadi capaian yang membanggakan mengingat secara nasional hanya terdapat 4.051 siswa yang mampu memperoleh nilai sempurna dalam Bahasa Indonesia.

Mudjiati menegaskan bahwa hasil TKA memang menggambarkan kemampuan akademik siswa pada aspek kognitif atau pengetahuan. Namun demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik semata.

Baca Juga:  Kapolres Pasuruan Hadiahi Anggota Berprestasi Tiket Umrah: Apel Penghargaan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebanggaan

Menurutnya, pembentukan karakter, sikap, dan keterampilan tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang harus berjalan beriringan dengan pencapaian akademik.

“Prestasi yang diraih Gabriela dan siswa lainnya menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan belajar sekaligus mengembangkan karakter yang baik,” ujar Mudjiati.

Prestasi yang diraih Gabriela Tirza Jeovana Utomo dan para siswa berprestasi lainnya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Kota Salatiga untuk terus bersemangat dalam belajar, berprestasi, serta mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa Kota Salatiga masih menjadi salah satu daerah dengan kualitas pendidikan yang patut diperhitungkan di Jawa Tengah, bahkan di tingkat nasional. (*)