Laporan: Ninis Indrawati

BOJONEGORO | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 2026, aparat kepolisian tak tinggal diam. Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga (Satgas Saber) Polres Bojonegoro Polda Jatim bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok.

Sidak digelar di Pasar Kota Bojonegoro, Senin (9/2/2026), dengan menyasar sejumlah toko sembako serta lapak pedagang daging sapi dan ayam. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan stok bahan pokok tetap aman saat kebutuhan masyarakat diprediksi meningkat tajam selama Ramadhan.

Baca Juga:  Polres Tuban Panen 236 Ton Jagung, Bukti Nyata Dukungan Polri pada Ketahanan Pangan Nasional

Petugas menyisir satu per satu komoditas utama. Beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga daging sapi dan ayam diperiksa secara langsung. Harga jual dibandingkan dengan ketentuan pemerintah, baik Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Tak hanya mengecek angka di papan harga, tim gabungan juga berdialog langsung dengan para pedagang. Mereka menggali informasi soal pasokan barang, distribusi, hingga potensi kenaikan harga di tingkat distributor. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil kondisi pasar sekaligus mencegah praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat.

Baca Juga:  Polda Jawa Timur Gelar Pagelaran Wayang Kulit untuk Peringati HUT Brimob dan Polairud

Kanit II Satreskrim Polres Bojonegoro, Ipda Naim, memastikan hasil pemantauan menunjukkan kondisi pasar masih dalam batas aman.

“Berdasarkan hasil pengecekan, stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih aman dan harga relatif stabil. Memang ada kenaikan pada beberapa komoditas, tapi masih di ambang kewajaran dan sesuai HET maupun HAP,” tegas Ipda Naim kepada awak media.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan sembako menjelang Ramadhan. Pemerintah daerah bersama kepolisian akan terus melakukan monitoring berkala guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.

Baca Juga:  375 Gram Sabu, 10 Ribu Pil Setan: Polres Tulungagung Ringkus 40 Tersangka!

Tak hanya itu, petugas turut mengimbau para pedagang agar tetap menjual sesuai ketentuan harga yang berlaku. Sementara kepada masyarakat, diingatkan agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“Kalau semua belanja sewajarnya, distribusi lancar, dan pedagang patuh aturan, insya Allah harga tetap stabil,” imbuhnya.

Dengan pengawasan ketat ini, diharapkan suasana menjelang Ramadhan di Bojonegoro tetap kondusif, harga terkendali, dan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa gejolak. Pemerintah dan aparat pun memastikan, pasar akan terus diawasi agar tak ada celah bagi spekulan memainkan harga di momen sakral umat Muslim tersebut. (*)