Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Misteri hilangnya seorang perempuan muda di aliran Sungai Brantas akhirnya terungkap. Setelah tiga hari pencarian penuh harap dan cemas, korban berinisial P.C.A (26), warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (11/04/2026).

Peristiwa ini bermula saat korban dilaporkan menghilang pada Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban terakhir terlihat berjalan seorang diri menuju arah Sungai Brantas. Sejak kabar hilangnya tersebar, keluarga bersama warga langsung bergerak cepat melakukan pencarian, dibantu tim gabungan dari berbagai unsur.

Baca Juga:  Pemkab Sidoarjo Perluas Perlindungan Pekerja Rentan: 13.395 Orang Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Hari demi hari berlalu dengan harapan yang terus dijaga. Tim SAR, BPBD, Damkar, TNI-Polri, hingga relawan menyisir sepanjang aliran sungai. Namun takdir berkata lain.

Jasad korban akhirnya ditemukan mengapung di Bendungan Gerak Waru Turi, wilayah Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Penemuan tersebut bermula dari laporan warga yang melihat sesosok tubuh mengapung di sekitar bendungan.

Kapolsek Kedungwaru, AKP Karnoto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Tim segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Selanjutnya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Kediri guna proses identifikasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Balita yang Terseret Arus di Wiyung Akhirnya Ditemukan Setelah 4 Hari Pencarian

Proses identifikasi berlangsung dengan melibatkan tim SAR, pihak keluarga, serta perangkat desa. Dari hasil pemeriksaan ciri fisik, pakaian, serta pengakuan keluarga, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah P.C.A yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Tapan dan dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.

Fakta lain yang turut menguatkan dugaan terkait peristiwa ini adalah ditemukannya tas ransel milik korban di lokasi awal. Di dalam tas tersebut, petugas menemukan sepucuk surat berpamitan yang ditujukan kepada keluarga, serta beberapa gambar ilustrasi yang diduga berkaitan dengan kondisi batin korban.

Baca Juga:  Polisi Peduli di Tengah Banjir: Polres Jombang Evakuasi Warga dan Salurkan Sembako di Mojoagung

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian pun kembali ke satuan masing-masing setelah upaya maksimal dilakukan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar. Deteksi dini dan kepedulian sosial dinilai penting untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali. (*)