Laporan: Ninis Indrawati 

SAMPANG | SUARAGLOBAL.COM – Salah satu Bakal Calon Wakil Bupati Sampang, berinisial AH, tengah disorot terkait dugaan kredit macet di beberapa bank pemerintah. Dugaan ini memicu keraguan terhadap keabsahan pencalonannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang 2024. 

Hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan pegiat sosial Sampang, mengingat aturan dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024 Pasal 14 ayat (2) huruf (j) secara tegas melarang calon yang memiliki tanggungan utang yang dapat merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Pantau Arus Libur Panjang Di Exit Tol Brebes

Ketua KPU Sampang, Aliyanto, menegaskan bahwa pihaknya akan memproses setiap masukan dari masyarakat terkait keabsahan para bakal calon, termasuk AH, selama disertai dengan bukti-bukti konkret. Dalam pertemuan dengan pers, ia menekankan bahwa masyarakat diberi waktu hingga 18 September 2024 untuk memberikan tanggapan terkait syarat pencalonan para kandidat yang sudah mendaftar.

Sementara itu, Rolis Sanjaya, seorang pegiat sosial di Sampang, meragukan kredibilitas surat pernyataan yang dibuat oleh AH sebagai salah satu syarat pencalonan. Ia mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan bahwa AH memiliki tunggakan kredit yang masuk kategori macet di beberapa bank pemerintah. Menurutnya, masalah ini sangat penting untuk ditindaklanjuti karena menyangkut integritas calon pemimpin daerah.

Baca Juga:  Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kementerian/Lembaga Negara, Kemenkumham dan Kemenkeu Selenggarakan Temu Bisnis Tahap VI Tahun 2023

Rolis menyampaikan bahwa jika seorang calon pemimpin memiliki masalah dengan kredit macet, hal tersebut berpotensi mencerminkan ketidakmampuan mengelola keuangan, yang bisa berujung pada tindakan korupsi di kemudian hari. Ia pun berharap KPU dan Bawaslu Sampang bertindak secara independen dan netral dalam menanggapi masukan dari masyarakat terkait persoalan ini.

Baca Juga:  Semangat Pelita Menyala di Tengaran: Penyuluh Lintas Agama Guyub Rawat Tempat Ibadah dan Alam

Dalam suasana yang semakin memanas menjelang pemilihan, masyarakat Sampang menunggu langkah serius dari pihak penyelenggara pemilu untuk memastikan bahwa hanya calon-calon yang bersih dari permasalahan finansial yang akan maju dalam kontestasi politik ini. (*)