VIDEO MBG VIRAL! Kepala SD Dukuh 05 Blak-blakan Soal Komplain Menu, SPPG Sawahan Sepakat Berbenah

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 mendadak jadi sorotan. Sebuah video komplain yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik. Pihak sekolah pun angkat bicara. Mereka menegaskan, keluhan terhadap menu sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan sebelum rekaman itu viral.

Di sisi lain, pihak penyedia layanan memastikan evaluasi dan perbaikan langsung dilakukan sejak hari kejadian.

Kepala SD Negeri Dukuh 05, Jumarti, mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan MBG, pihaknya telah lima hingga enam kali menyampaikan komplain kepada penyedia layanan. Keluhan tersebut berkaitan dengan kualitas hingga kelengkapan menu.

“Untuk komplain, sebetulnya ya ada beberapa yang namanya manusia ya mas. Wong masak itu kan pasti ada yang kurang uyah (garam – red), kurang apa itu sudah biasa. Saya juga komplain langsung, ‘Mbak ini kurang ini’, nanti besoknya sudah diperbaiki,” ujar Jumarti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs. Muh Nasiruddin, saat ditemui suaraglobal.com di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).

Menurut Jumarti, bentuk komplain yang disampaikan antara lain kekurangan susu, porsi nasi yang kurang, hingga persoalan teknis lainnya. Setiap temuan langsung dikomunikasikan dan mendapat respons cepat dari penyedia.

Baca Juga:  Kanwil Ditjenpas Jateng Perkuat Transparansi Aset Negara Lewat Exit Meeting BPK RI

“Misalnya kurang nasi, nanti saya telepon, mereka ngirim. Kurang ini, saya telepon langsung ngirim karena dekat toh mas. Respon cepat sekali,” katanya.

Terkait video yang kini viral, Jumarti menegaskan bahwa peristiwa dalam rekaman tersebut memang kejadian nyata saat dirinya menyampaikan komplain. Tujuannya jelas: agar ada pembenahan.

“Lah kemarin itu saya komplain saat dalam video itu, itu yang nyata. Tujuan saya supaya SPPG berbenah. Tidak saya memberi masukan terus, saya ya capek memberi masukan terus,” tuturnya.

Sebagai sekolah dasar, ia merasa wajib memastikan makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar layak.

“Ini SD loh mas. Jadi kalau ada yang kurang, ya saya langsung komplain,” ucapnya.

Namun, Jumarti mengaku terkejut saat mengetahui video tersebut menyebar luas. Ia tidak mengetahui siapa yang pertama kali membagikannya.

“Saya kaget, kenapa dan siapa yang memviralkan. Video itu dari saya tahan. Saya kumpulkan guru-guru dan tanya siapa yang membagikan, tapi tidak ada yang mengaku. Saya percaya ada yang membagikan karena ini dari dalam, tetapi saya tidak akan memperpanjang masalah dengan guru-guru,” ujarnya.

Baca Juga:  Kompetisi Basket Antar SD: Ajang Unjuk Bakat dan Jalin Persahabatan di Surabaya

Ia pun langsung berkoordinasi dengan komite sekolah dan meminta semua pihak tidak saling menyalahkan.

“Sudah, ini sudah terjadi, kita harus hadapi. Saya harus tanggung jawab. Yang penting kita bersatu demi kebaikan kita semua. Tidak usah saling menyalahkan atau menunjuk,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Kepala SD Negeri Dukuh 05 bersama dewan guru, karyawan, orang tua, dan siswa menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika video ini sampai tersebar ke mana-mana, yang itu tidak kami kehendaki. Sekali lagi mohon maaf,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua SPPG Sawahan, Sarah Alfi Maiza, memastikan evaluasi dilakukan sejak hari kejadian. Perbaikan difokuskan pada penyempurnaan menu serta pengetatan kontrol kualitas, khususnya pada buah.

“Untuk perbaikan menu, atas saran dari Bu Jum, kami memberikan menu yang sesuai arahan dari pusat, yaitu ada karbohidrat, protein, dan juga buah,” ujarnya.

Tak hanya itu, SPPG juga melakukan penyortiran ulang hingga tiga kali, mulai dari proses racik, masak, hingga pemorsian.

Baca Juga:  Edhy Prabowo : Saya Minta Maaf Karena Berkhianat

“Untuk buah yang busuk dan lolos, terdapat waktu itu ada 8–10 buah. Waktu di bagian pemorsian sudah kami sortir, tapi ternyata ketumpuk-tumpuk. Jadi ada yang gembur dan kami kurang teliti, masih ada sedikit yang kelolosan,” katanya.

Sarah menegaskan, video yang beredar merupakan rekaman lama dan pada hari yang sama pihaknya telah mendatangi sekolah untuk klarifikasi serta meminta maaf.

“Itu video sudah lama, hari Selasa minggu kemarin. Kami sudah langsung melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah, lalu kami juga sudah berdamai pada hari itu juga,” ujarnya.

Saat ini, SPPG Sawahan melayani 3.284 penerima manfaat di 20 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMK. Khusus di SD Negeri Dukuh 05, tercatat 158 siswa menjadi penerima manfaat program MBG. Sarah memastikan, perbaikan yang dilakukan tidak hanya di satu sekolah, tetapi diterapkan merata di seluruh lembaga layanan.

Sorotan publik kini menjadi momentum evaluasi. Sekolah dan penyedia layanan sepakat: kualitas makanan siswa adalah prioritas utama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!