FGD Jadi Momentum Strategis, Salatiga Serius Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Aksi balap liar dan raungan knalpot brong yang kian meresahkan warga akhirnya mendapat perhatian serius. Polres Salatiga bergerak cepat dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penanganan Balap Liar dan Knalpot Brong” di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Selasa (14/04/2026).
Tak tanggung-tanggung, forum ini menjadi ajang “rembug akbar” yang melibatkan jajaran Forkopimda, TNI, ASN Pemerintah Kota Salatiga, camat, lurah, RT/RW, komunitas motor, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar SLTA. Semua duduk bersama, satu suara: hentikan aksi ugal-ugalan di jalan raya!
Kapolres Salatiga, Ade Papa Rihi, menegaskan bahwa FGD ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus merumuskan aksi nyata.
“Balap liar dan knalpot brong ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas. Ini menyangkut keselamatan jiwa dan ketertiban umum. Kita kedepankan edukasi dan pembinaan, tapi penegakan hukum tetap tegas dan terukur,” tegasnya dengan nada serius.
Menurutnya, persoalan ini tidak bisa ditangani sendirian oleh aparat. Peran keluarga, sekolah, hingga lingkungan sangat menentukan. “Kalau semua bergerak, kami optimis bisa menekan bahkan menghilangkan fenomena ini,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengadilan Negeri Salatiga, Johanis Dairo Malo, menyoroti pentingnya pendekatan preventif. Ia menekankan perlunya edukasi masif kepada generasi muda dan orang tua, serta keterlibatan aktif sekolah dalam mengawasi perilaku siswa.
“Upaya Polres sudah sangat baik. Tinggal bagaimana kesinambungan antara edukasi dan penegakan hukum ini terus dijaga,” ujarnya.
Dari diskusi yang berlangsung dinamis, lahir sejumlah langkah strategis yang siap dijalankan bersama:
Pemetaan titik rawan balap liar secara detail, Patroli terpadu di malam hari dan jam rawan, Pelibatan aktif RT/RW dan warga melalui call center 110, Edukasi intensif ke pelajar dan komunitas motor, Penertiban bengkel pembuat knalpot brong, Optimalisasi CCTV dan penerangan jalan, Penegakan hukum tegas demi efek jera.
Tak berhenti di situ, sebagai bukti keseriusan, seluruh peserta FGD menandatangani Pakta Integritas Sinergi Lintas Sektoral. Isinya jelas: perang terhadap balap liar dan knalpot brong dimulai sekarang!
Pakta tersebut memuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, patroli rutin, penindakan tegas, hingga pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan.
Penandatanganan pakta integritas ini menjadi simbol kuat bahwa perang melawan balap liar bukan hanya tugas polisi, melainkan gerakan kolektif warga Kota Salatiga.
Dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, Polres Salatiga memastikan akan terus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Targetnya jelas: menjadikan Salatiga tetap aman, nyaman, dan kondusif sebagai kota pelajar sekaligus kota tertoleran di Indonesia. (*)





Tinggalkan Balasan