Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Ancaman serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang mulai muncul di wilayah timur Kabupaten Ngawi langsung mendapat respons cepat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi. Tak ingin kerugian petani semakin meluas, DKPP menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara massal di area persawahan Kelompok Tani (Poktan) Jatisari, Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Rabu (3/6/2026).

Menariknya, kegiatan pengendalian kali ini tidak lagi mengandalkan metode konvensional semata. DKPP menerjunkan drone sprayer atau drone penyemprot pertanian sebagai teknologi modern untuk melakukan penyemprotan insektisida secara cepat, tepat, dan merata di hamparan sawah yang terindikasi terserang wereng.

Kehadiran drone di tengah area persawahan menjadi perhatian para petani. Pesawat tanpa awak itu terlihat terbang rendah menyusuri petak-petak sawah, menyemprotkan insektisida secara presisi guna menekan perkembangan populasi hama yang berpotensi mengancam hasil panen.

Baca Juga:  Kolaborasi Tangguh Hadapi Bencana, Gelar Peralatan BPBD 2025 Sukses Digelar di Jatim

Sedikitnya 70 petani anggota Poktan Jatisari turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama petugas lapangan dan tenaga pengendali organisme pengganggu tumbuhan bergotong royong melakukan pengamatan sekaligus pengendalian di lahan yang dinilai rawan serangan wereng.

Penggunaan drone pertanian dinilai sangat efektif karena mampu menjangkau area yang luas dalam waktu relatif singkat. Selain meningkatkan efisiensi kerja, teknologi ini juga mengurangi risiko paparan bahan kimia secara langsung terhadap petani saat proses penyemprotan berlangsung.

Kepala DKPP Kabupaten Ngawi, Supardi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa langkah cepat harus dilakukan sebelum populasi wereng berkembang menjadi ledakan serangan yang dapat mengakibatkan puso atau gagal panen.

Baca Juga:  Dzikir Bersama di Balik Jeruji, Rutan Salatiga Panjatkan Doa untuk Negeri

Menurutnya, kewaspadaan seluruh petugas penyuluh dan pengamat hama harus terus ditingkatkan, terutama di kawasan Ngawi bagian timur yang saat ini mulai menunjukkan indikasi peningkatan populasi Wereng Batang Coklat.

“Saya instruksikan kepada semua PPL agar segera melakukan tinjauan lapang secara berkala terkait serangan hama wereng, khususnya di wilayah Ngawi timur. Terbangkan drone sprayer sesegera mungkin sebagai langkah penanggulangan yang cepat, efektif, dan efisien,” tegas Supardi.

Ia menambahkan, deteksi dini menjadi kunci utama dalam pengendalian hama. Oleh karena itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) diminta aktif melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman padi di wilayah binaan masing-masing.

Baca Juga:  Semarak Turnamen Badminton Antar Rumah Sakit se-Jawa Timur: RSU Al-Islam H.M Mawardi Sidoarjo Jadi Tuan Rumah

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Ngawi. Sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Timur, stabilitas produksi padi harus terus dipertahankan dari berbagai ancaman, termasuk serangan hama wereng yang dikenal mampu berkembang sangat cepat.

Dengan memadukan teknologi pertanian modern, dukungan petani, serta kesiapsiagaan petugas lapangan, DKPP Kabupaten Ngawi optimistis penyebaran Wereng Batang Coklat dapat ditekan sejak dini.

Harapannya, tanaman padi di Kecamatan Kasreman dan wilayah Ngawi lainnya tetap tumbuh optimal hingga masa panen tiba, sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini. (*)