Ilustrasi papan nama BPR, bukan kondisi senyatanya PD BPR Bank Salatiga. (Foto: net)

Salatiga, beritaglobal.net – Ketua DPRD Kota Salatiga, M. Teddy Sulistyo menilai, proses pengadilan terkait masalah Bank Salatiga sebagai pengadilan kethoprak. Sebab, selam ini ia melihat adanya indikasi saling menutupi kesalahan tanpa ada upaya pembenahan.

Baca Juga:  Dua Pusat Pelatian P4S Di Susukan Panen Padi Teknologi Jarwo Riting.

Menurutnya, masalah yang membelit Bank Salatiga bukan di direkturnya melainkan di pemilik. “Direkturnya gonta ganti, tapi pemilik Bank Salatiga tidak merubah kebiasaannya.

Terus Habib dituntut, lantas dana yang hilang? Kemana? Seharusnya eksekutif sebagai pemilik bank Salatiga harus gentle. Berani bertanggung jawab dan meminta maaf pada masyarakat,” tandas Teddy.

Baca Juga:  Personel Yonif MR 411/Pdw Rayakan Hari Raya Galungan di Papua

Dengan sedang berjalannya proses hukum di PN Salatiga, ia tetap menghormati proses yang telah masuk ke wilayah hukum, namun diakuinya rakyat yang menjadi korban karena tidak ada perubahan yang mendasar di tubuh Bank Salatiga.

“Saya ditekan atas nama penyelamatan Bank Salatiga, dengan MoU yang telah dibagikan kemana – mana. Seperti maaf, ejakulasi dini, karena tidak ada upaya untuk berbenah,” katanya.

Baca Juga:  Sensus Ekonomi 2026 Tak Sekadar Hitung Angka, FGD di Semarang Dorong Partisipasi Warga dan Pengusaha

Dalam sepengetahuannya, pemilihan direktur Bank Salatiga tidak melalui tahapan fit and proper test untuk melihat kompetensi calon direktur. Sehingga, saat kepentingannya sudah terpenuhi, kepentingan rakyat terabaikan. (Agus S/Red)