Semarang .Beritaglobal.net .Kebanyakan orang menilai bahwa Keris sebagai biang kemusyrikan atau syirik. Adanya pandangan seperti itu menjadikan masyarakat enggan untuk memiliki apalagi mengoleksi senjata khas Jawa tersebut.

Akan tetapi bagi para pecintanya, Keris atau kerap disebut Tosan Aji, justru dipandang sebagai warisan adiluhung leluhur yang memiliki nilai karya seni tinggi. Tidak hanya di Nusantara, Keris bahkan sudah diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia .

Supriyanto 40th warga dusun cengklik desa timpik kecamatan Susukan kabupaten Semarang mengatakan “Pertama untuk melestarikan budaya, budaya tosan aji yang mana sudah diakui dunia, bahwasannya Keris indonesia itu bagian dari warisan dunia,”

Baca Juga:  Tradisi Leluhur Tetap Hidup! Festival Joko Dolog 2026 Satukan Spiritualitas, Budaya, dan Persaudaraan

Supri nama akrapnya menegaskan”Keris bukanlah benda syirik. Menurutnya, syirik tidaknya Keris tergantung sudut pandang masing-masing orang. Kami yang terbentuk dalam pecinta tosan aji akan sering menggelar pameran Keris .saya dan teman teman memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Keris merupakan sebuah karya seni warisan nenek moyang yang wajib untuk dilestarikan imbuhnya

Baca Juga:  Edukasi Tertib Berlalu Lintas di Jalan Raya, Anak TK Antusias Ikuti Program Polisi Sahabat Anak di Sidoarjo

Untuk mahar keris itu tidak ada patokanya biasanya para pembeli saya malah dari kalangan atas meliputi para pejabat ternama di negri ini .biasanya saya mematok mahar tergantung nilai sejarahnya . Asal keris dari mana dan dari kerajaan mana . Karena di dalam tosan aji tidak adanya jual beli akan tetapi berbentuk mahar pungkasnya