Laporan: W Widodo

SEMARANG | BERITA-GLOBAL.COM – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono diwakili Irdam Brigjen TNI Yudhi Pranoto, S.H., M.M., mengahadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Kantor Gubernur Jateng, dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Jateng Komjen Pol (purn) Nana Sudjana, Minggu (1/10/2023).

Seraya mengenang kembali jasa para Pahlawan Revolusi yang telah gugur pada peristiwa G30S PKI, dihadapan seluruh peserta Upacara, Pj. Gubernur Jateng membacakan naskah Pancasila, UUD 1945 dan Ikrar sebagai bukti kebulatan tekad Bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.

Baca Juga:  Dishub Bangkalan Siagakan 6 Bus Mudik Gratis, Pemudik Dijamin Aman dan Nyaman

Ditempat terpisah Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison, S.I.P., mengungkapkan kehadiran Irdam pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Gubernur tersebut merupakan wujud soliditas antara TNI dengan Forkopimda Jateng. Pasalnya selain Irdam pada pelaksanaannya kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pejabat Kepolisian Jateng, Kajati, para ASN, hingga para pelajar.

Baca Juga:  Peningkatan Kualitas Pelayanan WBP, Rutan Salatiga Lolos Uji Lab

“Sesuai dengan temanya “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju”, kehadiran TNI pada Upacara yang diselenggarakan di Kantor Gubernur tersebut bertujuan untuk memperkokoh dan memupuk kekompakan antara TNI dengan instansi lainnya guna bersama membangun Jateng yang bermartabat dan sejahtera”, Ucap Kapendam.

Baca Juga:  Gelar TFG Saat Rakor Linsek Ops Ketupat Candi 2024, Polda Jateng Jamin Kenyamanan dan Kelancaran Saat Mudik di Jawa Tengah

Selain untuk mempererat hubungan dengan instansi Pemerintah lainnya, kegiatan tersebut juga ditujukan sebagai dorongan kepada para generasi muda untuk tidak melupakan sejarah dan selalu mengingat akan perjuangan para Pahlawan Indonesia, khususnya Pahlawan Revolusi yang rela mengorbankan jiwa raganya demi kokohnya Pancasila sebagai ideologi negara. Pungkas Kapendam. (*)