Laporan: W Widodo

KAB SEMARANG | BERITA-GLOBAL – Enam kepala keluarga (KK) yang terdampak penataan kawasan Fort Willem I atau Benteng Pendem, di Kelurahan Lodoyong, Ambarawa, menerima tali asih uang tunai dari Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Penyerahan tali asih dilakukan di ruang utama Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran pada Kamis (29/2/2024).

Bupati Ngesti Nugraha menyatakan bahwa bantuan tali asih tersebut adalah bentuk kepedulian terhadap warga yang harus pindah karena adanya pengerjaan fisik di lokasi proyek. Meskipun tidak ada ganti rugi dari Kementerian PUPR sebagai pelaksana penataan kawasan cagar budaya, penataan Benteng Pendem merupakan proyek nasional yang harus didukung oleh semua pihak. Proyek ini bertujuan untuk menyulap bangunan peninggalan bersejarah menjadi destinasi wisata yang memadai.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Gelar Kunjungan Ngabuburit, Fill Ard : Terimakasih Rutan Salatiga

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang bersedia pindah dengan sukarela, sambil berharap agar destinasi wisata yang akan dibangun nantinya dapat bermanfaat bagi warga Ambarawa dan Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Ribuan Jamaah Padati Manaqib di Sukorejo, Kapolres Pasuruan Ajak Jaga Ukhuwah dan Kamtibmas

Salah seorang perwakilan warga penerima tali asih, Endang Murtiningsih (60), mengucapkan rasa terima kasih atas kepedulian Bupati Semarang terhadap nasib mereka. Enam kepala keluarga yang terkena dampak tersebut merupakan pensiunan pegawai Lapas Ambarawa dan pensiunan TNI, yang tinggal di lingkungan Warunglanang Kelurahan Lodoyong.

Baca Juga:  Berawal Dari Bangunan Mangkrak, Warkom Banana Coffee Jadi Tempat Berkumpulnya Anggota Komunitas di Salatiga

“Terima kasih kepada Bapak Bupati, sudah diperhatikan. Tali asih ini dapat memenuhi sebagian kebutuhan kami, untuk pindah dari lokasi penataan,” ujarnya.

Seluruh warga yang terdampak telah mendapatkan rumah kontrakan sebagai tempat tinggal pengganti. Lokasinya tidak jauh dari sebelumnya, seperti di lingkungan Bugisan, Bejalen, Pojoksari, dan Lodoyong. (*)