Istimewa

Laporan: Anta

YOGYAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek agama dalam penggunaan alat kontrasepsi bagi remaja dan pelajar. Menurutnya, selain kesehatan, pandangan agama juga harus dijadikan dasar pertimbangan untuk menghindari konflik dan kontroversi.

“Jangan hanya dilihat dari aspek kesehatannya saja, tapi juga aspek keagamaannya. Sebab kalau nanti terjadi ketidaksamaan pendapat, ada konflik pendapat, maka nanti akan kontraproduktif lah,” jelas Wapres Ma’ruf Amin usai meninjau pameran seni di Museum Kasongan Timbul Raharjo, Bantul, Yogyakarta, Rabu (7/8/24).

Baca Juga:  9 Penyintas TBC di Salatiga Terima Sertifikat Sembuh, Wamenkes Siapkan Gebrakan Besar Menuju Indonesia Bebas TBC 2030

Wapres mengakui bahwa isu ini telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Oleh karena itu, dia mengharapkan agar berbagai masukan dari masyarakat dapat dijadikan bahan pertimbangan yang matang.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya dan 3 Polsek Berhasil Tangkap Tersangka Pelaku Curanmor

“Pengkajian lebih dalam dari berbagai aspek sangat perlu dilakukan. Dengan begitu, nantinya pelaksanaannya akan terhindar dari benturan-benturan,” tambahnya.

Wapres juga menyarankan agar konsultasi dengan lembaga-lembaga keagamaan dilakukan untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif. “Sekarang ini kan timbul kontroversi ya. Saya menyarankan supaya mendengar, berkonsultasi dengan pihak-pihak lembaga keagamaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Telepon Diplomatik Idulfitri! Prabowo–Abbas Perkuat Ikatan, Indonesia Tegaskan Dukungan ke Palestina

Dalam konteks ini, Wapres menekankan bahwa pendekatan yang holistik, mencakup pertimbangan kesehatan dan agama, akan membantu dalam menyusun kebijakan yang lebih diterima oleh semua pihak dan mengurangi potensi konflik di masyarakat. (*)