Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kabupaten Sidoarjo berhasil masuk sebagai salah satu nominasi Kabupaten Terinovatif dalam ajang prestisius Innovative Government Award (IGA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Dengan mengusung dua inovasi andalan, yaitu aplikasi Kopi Pahit dan program Sido Resik, Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Aplikasi Kopi Pahit (Kompilasi Inovasi Porong Cegah dan Atasi Stunting) menjadi salah satu terobosan digital yang dirancang untuk membantu menurunkan angka stunting di Sidoarjo.

Baca Juga:  Polda Jatim Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati di Ponpes, Pengasuh Ditetapkan Jadi Tersangka

Aplikasi ini menawarkan pendekatan komprehensif dalam mengatasi stunting dengan memanfaatkan data kesehatan, edukasi gizi, serta keterlibatan para pemangku kepentingan di sektor kesehatan dan sosial.

Program ini dirancang untuk memberikan intervensi cepat dan tepat guna, memastikan kesehatan anak-anak di daerah tersebut terpantau dengan baik.

Baca Juga:  Jateng Pacu Swasembada Pangan 2026, Pemprov Teken Komitmen Bersama

Di sisi lain, program Sido Resik (Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali) menjadi inovasi non-digital yang mendapat perhatian karena mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi sungai.

Melalui program ini, warga diajak aktif dalam membersihkan serta merawat aliran sungai di wilayah mereka, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi risiko banjir.

Baca Juga:  Offroad Bhayangkara 2025: Aksi Seru Jelajah Alam Nganjuk, Dorong Pariwisata dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Tim penilai IGA 2024 melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (14/11) untuk menilai langsung pelaksanaan kedua inovasi tersebut. Kunjungan ini dipimpin oleh Drs. Awan Yanuarko, M.Si,

Analis Kebijakan Ahli Madya dari BSKDN Kemendagri, yang didampingi oleh Pjs. Bupati Sidoarjo Muhammad Isa Ansori, Sekda Fenny Apridawati, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo.

Baca Juga:  Warga dan Pengusaha Bandungan Klarifikasi Pemberitaan Di Sejumlah Media Online Yang Tidak Berimbang

Tim penilai memulai peninjauan dengan mendengarkan presentasi mendalam tentang aplikasi Kopi Pahit di pendopo Delta Wibawa. Mereka kemudian diajak mengunjungi Desa Sumorame di Kecamatan Candi, lokasi pelaksanaan program Sido Resik yang memanfaatkan Dermaga Sungai Cimorame.

 

Selanjutnya, tim melanjutkan kunjungan ke Desa Kedungcangkring di Kecamatan Jabon, di mana Kanal Mobel yang menjadi juara pertama Sido Resik 2023 disorot sebagai contoh keberhasilan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Baca Juga:  Kredit Fiktif Rp 3 Miliar Lebih Terkuak, Kejari Salatiga Tetapkan Dirut BPR Salatiga Jadi Tersangka

Pjs. Bupati Muhammad Isa Ansori menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan tim penilai ini. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo mengajukan sebanyak 123 inovasi dalam IGA 2024, di mana dua di antaranya, Kopi Pahit dan Sido Resik, berhasil masuk tahap penilaian lebih lanjut. “Proses ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan publik melalui inovasi-inovasi yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Sebelum kunjungan lapangan ini, Pjs. Bupati juga telah memaparkan dua inovasi tersebut secara daring di hadapan panelis IGA pada 29 Oktober lalu.

Baca Juga:  Santri dan Hafidz Al-Qur’an Diberi Kemudahan Bergabung Menjadi Anggota Polri, Pesantren di Pasuruan Apresiasi Langkah Strategis Ini

Menurutnya, partisipasi Sidoarjo dalam IGA 2024 bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan dorongan untuk mempertahankan standar tinggi dalam pelayanan publik yang inovatif.

Ketua Tim Penilai, Drs. Awan Yanuarko, M.Si, menuturkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa apa yang telah dipresentasikan dalam paparan daring sejalan dengan realitas di lapangan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Monas: Apresiasi Tulus untuk Pengabdian Polri

Ia juga menekankan pentingnya melihat dampak konkret dari kedua inovasi tersebut serta partisipasi aktif dari masyarakat dan instansi terkait.

Kami ingin melihat sejauh mana implementasi program-program ini dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Sigap 24 Jam, Personil Pos Regol Satpas SIM Colombo Surabaya Dapat Apresiasi atas Dedikasi Pelayanan dan Keamanan

Dengan penilaian mendalam ini, Kabupaten Sidoarjo berupaya keras menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan bukan hanya terkonsep di atas kertas, melainkan benar-benar diimplementasikan demi kesejahteraan warga.

Kompetisi IGA 2024 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Sidoarjo untuk mengukuhkan posisinya sebagai kabupaten yang inovatif dan berprestasi di tingkat nasional. (*)