Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Tulungagung bersama Satgas Pangan turun ke Pasar Ngemplak untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas harga serta mencegah praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, didampingi oleh Dinas Perdagangan serta Kepala UPT Pasar Ngemplak, secara langsung berdialog dengan pedagang dan pembeli untuk memperoleh gambaran nyata kondisi pasar.

Baca Juga:  Polres Klaten Tangani Cepat Kasus Kekerasan Seksual Anak, Pelaku Diamankan Kurang dari 24 Jam

“Hasil pemantauan kami menunjukkan harga masih dalam batas wajar. Ada sedikit kenaikan pada cabai rawit merah dan bawang merah, tetapi masih terkendali. Kenaikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen petani,” ujar AKBP Taat, Selasa (18/03/2025).

Baca Juga:  Misteri Tempat Lahir Bung Karno Terkuak, Rumah di Pandean IV Kini Jadi Museum

Meski sebagian besar harga tetap stabil, tim menemukan harga minyak goreng di beberapa kios melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kapolres menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh rantai distribusi yang panjang, menyebabkan harga jual ke pedagang sudah di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

Selain pemantauan harga, AKBP Taat juga melakukan sosialisasi pencegahan premanisme dan pungutan liar (pungli) kepada pedagang pasar. Ia turut memperkenalkan layanan call center 110 dengan kampanye “Mudik Aman – Keluarga Nyaman” untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat selama musim mudik.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara ke-79, Ribuan Personel Polda Jatim Raih Kenaikan Pangkat

Diharapkan, pemantauan rutin ini dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memberikan kepastian bagi masyarakat agar dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga yang tidak terkendali. (*)