Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kabar menggembirakan datang untuk warga Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi menerima bantuan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga sebanyak 7.223 Sambungan Rumah (SR) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Penyerahan bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Bupati Sidoarjo, Subandi, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama 14 kepala daerah lainnya.

Baca Juga:  Jejak Aktivisme Prabowo Subianto: Jejaring, Gie, dan Romantika Masa Muda

Hanya Dua Daerah di Jatim

Subandi menjelaskan, dari Jawa Timur hanya Sidoarjo dan Gresik yang menerima bantuan jargas. Total secara nasional, Ditjen Migas menyalurkan 115.264 SR.

“Alhamdulillah Sidoarjo mendapatkan 7.223 sambungan, yang akan dipasang di Kecamatan Waru dan Kecamatan Candi. Ini wujud perhatian pemerintah pusat agar masyarakat bisa menikmati energi murah dan efisien,” ujar Subandi.

Lebih Ekonomis Dibanding LPG

Menurutnya, pemakaian jargas jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan LPG 3 kg. Untuk kebutuhan sebulan, masyarakat hanya mengeluarkan sekitar Rp34 ribu. Jika menggunakan LPG, kebutuhan rumah tangga rata-rata bisa mencapai 6 tabung per bulan.

Baca Juga:  Dekat dengan Warga, Polres Tanjung Perak Peringati HUT Reserse ke-78 Lewat Bansos dan Sosialisasi 110

“Ini jelas meringankan beban keluarga. Maka saya berharap masyarakat penerima bisa menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. InsyaAllah, ke depan juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pembangunan Dimulai November

Sementara itu, Dirjen Migas Laode Sulaeman menyampaikan bahwa proyek pembangunan jaringan gas di Sidoarjo akan dikerjakan dengan sistem kontrak dan dimulai pada November 2025.

Baca Juga:  Kunci Daya Saing dari Salatiga: Kemenkum Jateng Genjot UMKM Daftarkan HKI untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

Ia menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah, baik secara teknis maupun administratif, agar pengerjaan tidak mengalami hambatan.

“Jargas bukan hanya solusi menekan biaya energi rumah tangga, tapi juga bagian dari upaya transformasi energi menuju sumber yang lebih bersih, murah, dan berkelanjutan,” jelas Laode.

Dorong Energi Ramah Lingkungan

Pemerintah pusat berharap keberadaan jargas semakin memperkuat komitmen penggunaan energi ramah lingkungan. Selain efisiensi, program ini juga mendukung agenda nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis minyak bumi. (*)