Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Tanwirul Afkar, Krian, malam (26/9), berlangsung khidmat dan penuh makna. Bupati Sidoarjo Subandi hadir langsung dalam acara tersebut, sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai arti kebersamaan, toleransi, dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara yang dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimka Krian, hingga anggota DPRD Sidoarjo ini menjadi ajang silaturahmi besar antara pemerintah, kiai, santri, dan warga sekitar.

Baca Juga:  Narkoba di Balik Jeruji Disikat! Menteri IMIPAS Ultimatum Tanpa Ampun

Dalam sambutannya, Subandi menekankan bahwa nilai persaudaraan yang diajarkan Rasulullah harus terus dijaga di tengah dinamika zaman. “Kita hidup dalam era yang penuh tantangan. Karena itu, persaudaraan dan kebersamaan adalah modal utama untuk menjaga Sidoarjo tetap aman dan tenteram,” ungkapnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya merawat toleransi antarwarga. Menurutnya, keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan sumber kekuatan bersama. “Mari kita rawat kerukunan ini dengan semangat guyub rukun. Jadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan pemisah,” pesannya.

Baca Juga:  Patroli Malam Pandaan: Sinergi Polres Pasuruan dan Forkopimca Berantas Potensi Gangguan Kamtibmas

Lebih lanjut, Subandi mengapresiasi peran Pondok Pesantren Tanwirul Afkar yang konsisten mendidik generasi muda agar berilmu, berakhlak, sekaligus mencintai tanah air. Ia menyebut pesantren sebagai benteng moral yang memperkuat fondasi spiritual masyarakat Sidoarjo.

Pada kesempatan tersebut, Subandi juga menyampaikan permohonan maaf jika masih ada pelayanan pemerintah yang dirasa kurang maksimal. “Kami akan terus berusaha memperbaiki diri. Dengan dukungan ulama, kiai, dan seluruh masyarakat, insyaallah Sidoarjo bisa menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” tuturnya.

Baca Juga:  Perkuat Layanan Hukum, Lima Notaris Pengganti Resmi Disumpah di Surabaya

Ia menutup sambutannya dengan keyakinan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan para ulama akan menjadi kunci mengatasi berbagai persoalan. “Bila pemimpin daerah bersama ulama berjalan seiring, segala tantangan dapat kita hadapi dengan baik,” tandasnya. (*)