Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Teror ulat bulu sempat membuat warga Jalan Tambaksegaran Wetan No. 39 waswas. Dalam jumlah banyak, hama tersebut merayap di pepohonan hingga area permukiman, memicu keluhan gatal-gatal, terutama pada anak-anak dan lansia.

Aduan warga langsung direspons cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya melalui tim wilayah Surabaya Timur. Tanpa menunggu lama, Senin (23/2/2026), tim yang dipimpin Bayu turun langsung ke lokasi.

Baca Juga:  Operasi Patuh Semeru 2025 Dimulai: Polda Jatim Gaungkan Tertib Lalu Lintas Menuju Indonesia Emas

Dengan peralatan lengkap, petugas menyisir pepohonan dan titik-titik yang menjadi sarang ulat bulu. Penyemprotan obat pembasmi hama dilakukan secara menyeluruh guna mencegah penyebaran lebih luas ke rumah-rumah warga.

Warga sebelumnya mengaku resah. Selain mengganggu kenyamanan, bulu halus dari ulat tersebut berpotensi memicu iritasi kulit. Beberapa warga bahkan mengalami gatal-gatal setelah bersentuhan langsung.

Komitmen penanganan tak berhenti di penyemprotan. Kepala DLH Kota Surabaya, Drs. Dedik Irianto, saat dikonfirmasi Ketua RW 08 setempat menegaskan langkah lanjutan akan diambil.

Baca Juga:  Sinergi Rutan Salatiga dan LBH GKI Jateng, Bantu WBP Dapatkan Hak Hukum Tanpa Biaya

“Besok kami akan menebang pohon yang menjadi sumber ulat bulu,” ujarnya tegas.

Benar saja, Selasa (24/2/2026) pukul 08.00 WIB, tim DLH kembali hadir. Pohon yang diduga menjadi pusat berkembangnya hama ditebang dengan pengamanan maksimal. Proses berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.

Salah satu warga, Kuswanto, menyampaikan rasa lega dan terima kasih atas gerak cepat pemerintah.

Baca Juga:  Hujan Tak Jadi Halangan, Kapolres Salatiga Pimpin Urai Kepadatan Arus Lalin di Exit Tol

“Kami berterima kasih karena lingkungan kini lebih aman dan nyaman,” katanya.

Langkah sigap DLH Surabaya Timur ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Warga pun berharap sinergi dan komunikasi antara masyarakat serta pemerintah terus diperkuat, sehingga potensi gangguan hama bisa dicegah sedini mungkin.

Kini, Tambaksegaran Wetan kembali tenang. Teror ulat bulu berhasil diakhiri. (*)