Liburan Berujung Duka! Bus Rombongan Wisata Masuk Parit di Tol Bawen–Salatiga, Dua Penumpang Tewas

Laporan: Wahyu Widodo
KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Perjalanan wisata yang semula dipenuhi semangat dan keceriaan berubah menjadi tragedi memilukan. Sebuah bus Isuzu yang mengangkut rombongan wisata asal Kota Semarang mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Bawen–Salatiga, tepatnya di KM 454+200 Jalur A, wilayah Dusun Sukoharjo, Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Insiden nahas tersebut mengakibatkan dua orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami cedera berat di bagian kepala. Selain itu, dua penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus Isuzu tersebut sedang membawa rombongan wisata menuju Kabupaten Klaten. Namun, ketika melintas di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali, keluar jalur, lalu masuk ke parit di sisi kiri jalan tol.
Kasatlantas Polres Semarang, Iptu Raymond Daniel Titaheluw, menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi yang kehilangan konsentrasi saat mengemudikan kendaraan.
“Bus melaju dari arah Tol Bawen menuju Salatiga. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga kendaraan oleng ke kiri dan masuk ke parit di sisi jalan. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal,” ujar Raymond.
Bus tersebut dikemudikan oleh Oktafian Budi Pratama (29), warga Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Saat kecelakaan terjadi, kendaraan membawa sejumlah penumpang yang hendak menikmati perjalanan wisata ke Kabupaten Klaten.
Akibat benturan keras saat bus masuk ke parit, dua penumpang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Sri Purwati (52) dan Abdul Manan (50), keduanya merupakan warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Menurut Kasatlantas, kedua korban mengalami cedera serius di bagian kepala dan sempat dievakuasi menuju RSUD Salatiga. Namun, nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.
“Keduanya mengalami cedera di bagian kepala dan sempat dievakuasi ke RSUD Salatiga,” terang Raymond.
Sementara itu, dua korban lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka. Masrum (48), warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang, mengalami nyeri pada tangan kiri akibat benturan keras. Sedangkan Nury Yana Suryani (33), yang juga berasal dari Kecamatan Mijen, mengalami luka ringan.
Kedua korban saat ini menjalani perawatan medis di RS Tunas Harapan Salatiga dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis.
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada bagian bus. Polisi memperkirakan total kerugian materiil akibat insiden itu mencapai sekitar Rp5 juta.
“Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta,” pungkas Raymond.
Petugas Satlantas Polres Semarang bersama pihak pengelola jalan tol bergerak cepat melakukan proses evakuasi kendaraan dan para korban agar arus lalu lintas di jalur Tol Bawen–Salatiga tetap berjalan lancar. Polisi juga masih melakukan pendalaman guna memastikan seluruh penyebab kecelakaan, meski dugaan awal mengarah pada faktor kurangnya konsentrasi pengemudi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan penumpang, agar selalu menjaga kondisi fisik, fokus selama berkendara, serta beristirahat ketika mulai merasa lelah. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi faktor utama untuk mencegah kecelakaan, terutama saat melintas di jalan tol dengan kecepatan tinggi. (*)












Tinggalkan Balasan