Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Lima tahun bersatu dalam satu bendera besar Pelindo bukan sekadar perjalanan panjang bagi PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Momentum tersebut kini menjadi panggung pembuktian bahwa transformasi operasional, digitalisasi layanan, kepedulian lingkungan, hingga komunikasi korporat mampu mengantarkan perusahaan meraih pengakuan di tingkat nasional.

Tak tanggung-tanggung, TTL berhasil memboyong dua penghargaan nasional sekaligus pada 8 Oktober 2026. Penghargaan pertama diraih melalui ajang Indonesia Logistics Awards 2026 untuk kategori Sustainable Port Innovation of the Year di Jakarta. Sementara penghargaan kedua diperoleh dalam ajang The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA 2026, kategori Media Internal, subkategori Video Profile di Surakarta.

Dua penghargaan tersebut menjadi kado istimewa bagi TTL dalam momentum lima tahun penggabungan Pelindo dengan semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”.

Capaian ini sekaligus menandai perjalanan transformasi perusahaan yang terus bergerak melalui integrasi operasional, standardisasi layanan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat kinerja terminal serta mendukung efisiensi logistik nasional.

Sebagai perusahaan pengelola terminal semiotomatis pertama di Indonesia, TTL terus berupaya menjawab tantangan industri kepelabuhanan yang semakin menuntut kecepatan, kepastian layanan, efisiensi, dan keberlanjutan lingkungan.

Sekretaris Perusahaan dan Hukum TTL, Syaiful Anam, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa berbagai perubahan yang dijalankan perusahaan selama lima tahun bersama Pelindo mulai mendapatkan pengakuan secara nasional.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai langkah transformasi yang dilakukan TTL selama lima tahun bersama Pelindo semakin mendapatkan pengakuan.

Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jasa, perusahaan, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Anam.

Inovasi Operasional, Kunci Perkuat Layanan Pelabuhan

Di balik dua penghargaan nasional tersebut, terdapat serangkaian pembenahan yang terus dilakukan TTL untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

Selama lima tahun terakhir, perusahaan mengembangkan berbagai inovasi operasional guna menjawab tantangan di lapangan. Salah satunya adalah penanganan arus kuat di dermaga domestik, yang membutuhkan pengelolaan operasional secara cermat demi mendukung kelancaran aktivitas kapal.

TTL juga menerapkan sistem Berthing Priority dan Berthing Window untuk meningkatkan kepastian jadwal sandar kapal. Melalui pengaturan prioritas dan jendela waktu sandar tersebut, perencanaan pelayanan kapal diharapkan semakin terukur sehingga kegiatan operasional dapat berlangsung lebih efektif.

Baca Juga:  Kasus Bullying di MTs Negeri Kabupaten Semarang: Alarm Serius untuk Lembaga Pendidikan

Langkah berikutnya ditempuh melalui digitalisasi layanan. TTL mengembangkan Terminal Booking System (TBS) serta layanan EAZI (Express Anchorage Zone Service) untuk membantu mempercepat proses pergantian kapal.

Pemanfaatan sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi hambatan operasional dan meningkatkan kepastian pelayanan bagi para pengguna jasa.

Dalam industri logistik maritim yang sangat bergantung pada ketepatan waktu, efisiensi proses menjadi faktor penting. Kelancaran aktivitas di terminal tidak hanya berpengaruh terhadap pelayanan kapal, tetapi juga berkaitan dengan rantai distribusi barang yang lebih luas.

Karena itu, inovasi yang dilakukan TTL diarahkan agar tidak berhenti pada penggunaan teknologi semata, melainkan menghasilkan perbaikan nyata dalam proses pelayanan.

Tiga Terminal Diintegrasikan, Efisiensi Terus Digenjot

Transformasi TTL juga diperkuat melalui integrasi operasional tiga terminal yang dikelolanya, yakni Terminal Petikemas Teluk Lamong (TPK Teluk Lamong), TPK Nilam, dan TPK Berlian.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih terpadu. Dengan koordinasi operasional yang semakin kuat, perusahaan berupaya menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, efisien, dan memiliki kepastian bagi pengguna jasa.

Penguatan integrasi juga sejalan dengan agenda transformasi Pelindo setelah merger, yakni mendorong standardisasi proses dan meningkatkan sinergi antarterminal.

Bagi TTL, pembenahan tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadapi kebutuhan industri kepelabuhanan yang terus berkembang. Aktivitas logistik menuntut pengelolaan yang tidak hanya mengandalkan kapasitas infrastruktur, tetapi juga ketepatan perencanaan, koordinasi, serta dukungan sistem informasi.

Melalui penguatan proses operasional dan digitalisasi, TTL berupaya meningkatkan daya dukung terminal terhadap kelancaran arus barang dan efisiensi logistik nasional.

Tak Hanya Mengejar Kecepatan, TTL Perkuat Komitmen Pelabuhan Hijau

Transformasi TTL tidak hanya berorientasi pada kecepatan dan produktivitas. Perusahaan juga menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian penting dari pengembangan terminal yang berkelanjutan.

Sejumlah langkah terus dijalankan, mulai dari elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga berbagai program pengurangan emisi.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan terminal yang mengusung konsep smart, green, and sustainable atau cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Gerombolan Remaja Diamankan di Bulak Cumpat, Polisi Temukan Celurit dalam Gerobak Sampah

Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap layanan logistik, pelabuhan juga menghadapi tantangan untuk mengelola aktivitas operasional dengan memperhatikan dampak lingkungan.

Karena itu, pemanfaatan teknologi yang lebih efisien serta penguatan tata kelola lingkungan menjadi bagian dari upaya TTL menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan.

Penghargaan Sustainable Port Innovation of the Year dalam Indonesia Logistics Awards 2026 menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap inovasi di bidang pelabuhan berkelanjutan yang dikembangkan perusahaan.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi inovasi sebagai salah satu aspek penting dalam transformasi operasional TTL selama lima tahun bersama Pelindo.

Program Sosial Menyentuh UMKM hingga Nelayan

Di luar aktivitas bisnis, TTL juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut mencakup pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan keterampilan masyarakat di wilayah Ring 1, serta kegiatan budidaya kepiting soka bersama nelayan sekitar.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran arus barang dan pelayanan kapal, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pembinaan UMKM diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha masyarakat. Sementara itu, peningkatan keterampilan menjadi bagian dari upaya memperluas kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi.

Adapun budidaya kepiting soka bersama nelayan menjadi salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan yang memanfaatkan potensi lokal.

Melalui program-program tersebut, TTL berupaya membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat sekaligus mendorong agar keberadaan terminal memberikan manfaat yang lebih luas.

Dengan demikian, transformasi perusahaan tidak hanya diukur dari perkembangan teknologi dan peningkatan pelayanan, tetapi juga dari upaya menciptakan nilai sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Penghargaan Kehumasan Menegaskan Pentingnya Komunikasi

Selain inovasi logistik dan operasional, TTL juga memperoleh pengakuan di bidang komunikasi korporat melalui penghargaan The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA 2026 kategori Media Internal, subkategori Video Profile.

Penghargaan ini menjadi bagian dari capaian perusahaan dalam membangun komunikasi yang mendukung penyampaian informasi mengenai perkembangan, inovasi, dan kinerja perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Baru Sebulan Bebas, Dua Residivis Curanmor Nekat Curi HP, Dibekuk Polsek Sukomanunggal

Di tengah transformasi organisasi, komunikasi memiliki peran penting untuk menjelaskan perubahan yang dilakukan perusahaan, termasuk manfaat yang diharapkan dapat dirasakan oleh pengguna jasa dan masyarakat.

Namun, bagi TTL, reputasi tidak cukup dibangun melalui penyampaian informasi semata. Kualitas pelayanan dan kinerja operasional tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan.

“Bagi kami, reputasi yang baik bukan hanya dibangun melalui komunikasi, tetapi terutama melalui kinerja dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh pengguna jasa.

Tugas komunikasi korporat adalah memastikan berbagai inovasi, perubahan, dan manfaat tersebut dapat diketahui serta dipahami oleh para pemangku kepentingan,” tambah Anam.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa komunikasi korporat tidak sekadar menjadi sarana publikasi, tetapi juga berperan menjembatani kinerja perusahaan dengan kebutuhan informasi para pemangku kepentingan.

Melalui komunikasi yang terarah, berbagai langkah transformasi diharapkan dapat dipahami secara lebih utuh, baik oleh kalangan internal maupun pihak eksternal.

Lima Tahun Bersama Pelindo, TTL Siapkan Langkah Berikutnya

Dua penghargaan nasional yang diraih pada 8 Oktober 2026 menambah deretan apresiasi yang diperoleh TTL sepanjang tahun ini, mulai dari bidang inovasi logistik maritim, transformasi digital, hingga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Capaian tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk melanjutkan pembenahan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin efisien dan berkelanjutan.

Memasuki fase berikutnya setelah lima tahun merger Pelindo, tantangan yang dihadapi TTL bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga memastikan inovasi yang telah dikembangkan mampu memberikan manfaat secara konsisten.

Penguatan integrasi operasional, pemanfaatan teknologi digital, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari agenda transformasi yang terus dijalankan.

Pada akhirnya, penghargaan bukanlah garis akhir perjalanan perusahaan. Pengakuan nasional tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kontribusi terhadap ekosistem logistik Indonesia.

Bagi TTL, semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju” menjadi pengingat bahwa keberhasilan transformasi membutuhkan sinergi, konsistensi, dan inovasi yang berorientasi pada manfaat nyata.

Dengan fondasi tersebut, TTL berkomitmen melanjutkan langkah transformasi untuk mendukung efisiensi logistik nasional sekaligus mengembangkan layanan pelabuhan yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)