Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM– Bukan dibakar, bukan pula direbus atau dipresto. Daging ayam, bebek, hingga ikan laut di Smokyara justru “dimatangkan” perlahan melalui kepulan asap selama berjam-jam. Hasilnya, aroma smoky yang kuat berpadu dengan tekstur daging yang empuk dan juicy.

Konsep kuliner tak biasa tersebut ditawarkan Smokyara Ikan Tuna Asap, Ayam dan Seafood yang berada di Jalan H. Ilyas, Ngelosari, Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Dalam beberapa bulan terakhir, tempat kuliner tersebut mulai mencuri perhatian pencinta makanan bercita rasa khas. Salah satu menu yang kini paling banyak diburu adalah bebek asap yang membutuhkan waktu hingga sekitar 15 jam dalam proses pengasapan.

Owner Smokyara, Eko Setiawan, mengatakan konsep utama yang diusung adalah menghadirkan olahan ikan laut dan daging dengan metode pengasapan tanpa proses perebusan maupun presto.

“Semua bahan kami gunakan dalam kondisi segar. Ayam dan bebek tidak direbus atau dipresto terlebih dahulu, tetapi langsung dimarinasi minimal tiga jam sebelum masuk proses pengasapan,” ujar Eko saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Bukan Dibakar, Tapi Diasap Berjam-jam

Bagi sebagian orang, istilah makanan asap mungkin langsung mengingatkan pada proses pembakaran. Namun, metode yang diterapkan Smokyara berbeda.

Daging dan ikan tidak ditempelkan langsung dengan api. Bahan makanan ditempatkan pada jarak tertentu dari sumber asap sehingga proses pematangan berlangsung secara perlahan.

“Pengasapan itu bukan dibakar. Jarak antara sumber asap dengan daging atau ikan sekitar 80 sentimeter, sehingga yang bekerja adalah asapnya, bukan api langsung,” jelas Eko.

Baca Juga:  Umrah di Tengah Diplomasi: Presiden Prabowo Masuk Ka'bah dan Cium Hajar Aswad

Ayam membutuhkan waktu pengasapan sekitar 10 jam. Sementara bebek memerlukan waktu lebih panjang, mencapai sekitar 15 jam.

Lamanya proses tersebut menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan cita rasa yang khas. Aroma asap meresap secara perlahan ke dalam bahan makanan, menghasilkan sensasi rasa yang berbeda dari ayam atau bebek goreng dan bakar pada umumnya.

Setelah melalui proses pengasapan, pelanggan juga dapat memilih variasi penyajian. Ayam maupun bebek asap bisa kembali digoreng dengan tambahan bumbu rempah khas Smokyara.

Tuna hingga Barakuda, Semua Datang dalam Kondisi Segar

Tak hanya mengandalkan ayam dan bebek, Smokyara juga menyuguhkan beragam ikan laut asap.

Deretan menu tersebut antara lain tuna, tongkol, barakuda, kakap laut, gerik, serta berbagai jenis ikan lainnya.

Bahan baku ikan didatangkan langsung dari nelayan di Kendal. Begitu tiba di lokasi, ikan segera diproses untuk menjaga kesegaran sebelum masuk tahap pengasapan.

Rata-rata ikan membutuhkan waktu pengasapan sekitar 10 jam.

Menariknya, pengelola tidak memaksakan ketersediaan ikan apabila kondisi alam membuat pasokan terganggu. Ketika gelombang tinggi atau cuaca buruk menyebabkan hasil tangkapan nelayan berkurang, Smokyara memilih mengurangi bahkan mengosongkan stok ikan daripada menggunakan bahan baku yang kualitasnya tidak terjamin.

“Kami lebih baik kosong daripada pelanggan mendapatkan ikan yang tidak fresh. Apalagi saat gelombang tinggi, pasokan ikan dari laut memang bisa berkurang,” kata Eko.

Harga Mulai Rp50 Ribu

Bagi pemburu kuliner asap, harga yang ditawarkan cukup beragam.

Baca Juga:  Saloka Fest Music & Art 2023 "Kahitna pun merayakan Ulang Tahun ke 37 di Saloka Theme Park"

Ayam asap potong dibanderol mulai Rp65.000 per ekor. Sementara bebek asap sekitar Rp130.000 per ekor.

Untuk ikan asap, harga disesuaikan dengan ukuran. Tuna ukuran kecil misalnya, dapat diperoleh mulai Rp50.000.

“Untuk tuna, ukuran kecil mulai Rp50.000 dan biasanya sudah bisa dinikmati untuk dua orang. Harganya menyesuaikan ukuran ikan yang tersedia,” ungkap Eko.

Selain menu utama tersebut, Smokyara juga menghadirkan berbagai olahan seafood seperti kerang, cumi, dan udang.

Pelanggan dapat memilih beragam racikan rasa, mulai dari asam manis, lada hitam hingga oseng.

Smokyara buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIB.

Dalam sekitar empat bulan terakhir, geliat pengunjung di Smokyara semakin terasa. Menariknya, terjadi perubahan tren menu yang paling diminati.

Jika pada awal pembukaan ayam menjadi salah satu pesanan favorit, kini bebek asap justru mulai mengambil alih perhatian.

Dalam sehari, penjualan bebek bisa mencapai sekitar 30 hingga 50 ekor. Sementara ayam berada di kisaran 50 hingga 100 ekor per hari.

Jumlah tersebut biasanya meningkat ketika memasuki akhir pekan.

“Kalau awal buka banyak yang pesan ayam, sekarang bebek semakin banyak dicari. Dalam sehari bisa terjual sekitar 30 sampai 50 ekor bebek, sedangkan ayam sekitar 50 sampai 100 ekor. Saat akhir pekan biasanya lebih banyak,” tutur Eko.

Viral di TikTok, Pengunjung Penasaran

Popularitas Smokyara juga ikut terdorong oleh media sosial. Salah satu pengunjung, Nadiva, mengaku pertama kali mengetahui tempat tersebut setelah melihatnya ramai diperbincangkan di TikTok.

Baca Juga:  Satlantas Polrestabes Medan Beri Edukasi Tentang Tata Tertib Berlalu Lintas Pada Anak Didik Usia Dini

Rasa penasaran akhirnya membuatnya datang langsung untuk mencicipi menu yang sedang menjadi perbincangan.

Nadiva memesan bebek asap, mendoan, dan tahu walik. Dari beberapa menu tersebut, bebek asap menjadi pengalaman kuliner yang paling menarik perhatiannya.

“Bebek asapnya enak, juicy, dan rasa smokynya terasa. Sebelumnya saya pernah coba bebek goreng atau bakar, tapi bebek asap ini berbeda, lebih empuk,” ujar Nadiva.

Ukuran bebek yang disajikan juga membuatnya terkejut. Menurutnya, satu ekor bebek cukup besar sehingga tidak langsung habis meski disantap bertiga.

“Ini satu ekor saja besar, sampai mau saya bawa pulang karena tidak habis dimakan bertiga,” katanya.

Bukan hanya soal rasa dan ukuran menu, suasana tempat makan juga menjadi bagian dari daya tarik Smokyara.

Konsep ruang terbuka membuat pengunjung bisa menikmati makanan sembari merasakan suasana lingkungan yang lebih dekat dengan alam.

“Tempatnya menyatu dengan alam, jadi segar. Cocok dengan konsep makanan asapnya. Bisa sekalian healing malam,” tutur Nadiva.

Dengan kombinasi menu berbasis ikan laut, ayam, bebek, seafood, proses pengasapan berjam-jam, serta suasana ruang terbuka, Smokyara mencoba menawarkan pengalaman kuliner yang tidak sekadar mengenyangkan.

Di tengah maraknya tempat makan dengan menu serupa, kepulan asap dan aroma daging yang dimatangkan perlahan justru menjadi identitas tersendiri. Bagi pencinta kuliner yang penasaran dengan sensasi makanan smoky, Smokyara bisa menjadi salah satu pilihan untuk mencicipi olahan asap dengan karakter rasa yang berbeda. (*)