Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Pemandangan luar biasa tersaji di Alun-alun Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026). Ribuan warga memadati kawasan pusat kota untuk mengikuti Kenduri Rakyat, tradisi tahunan yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Bahkan, 7.000 porsi makanan dan minuman gratis yang disiapkan panitia dari 100 stan UMKM habis dalam waktu kurang dari lima menit setelah acara resmi dimulai.

Sejak jauh sebelum pembagian dimulai, warga sudah memenuhi area stan makanan. Mereka rela berdiri berdesakan demi mendapatkan sajian gratis yang telah menjadi tradisi dalam perayaan ulang tahun Kota Salatiga.

Begitu aba-aba dimulai, ribuan warga serentak bergerak menuju deretan stan. Suasana seketika berubah menjadi lautan manusia. Makanan yang baru saja ditata di atas meja langsung berpindah ke tangan masyarakat. Dalam hitungan detik, satu per satu stan tampak kosong.

Baca Juga:  Sekda Tulungagung Tegaskan Video Viral Wabup Tak Langgar Aturan, ASN Diminta Tetap Fokus Bekerja

Padatnya pengunjung membuat beberapa meja stan berantakan akibat tingginya antusiasme warga. Sebagian masyarakat bahkan harus berpindah dari satu stan ke stan lainnya karena makanan di lokasi pertama sudah habis lebih dulu.

Meski sempat diwarnai aksi saling berebut, suasana tetap berlangsung meriah. Warga tetap menikmati kemeriahan Kenduri Rakyat yang telah menjadi agenda tahunan dan selalu dinanti setiap peringatan Hari Jadi Kota Salatiga.

Salah seorang peserta, Aulia, mengaku senang bisa menjadi bagian dari kemeriahan tersebut.

“Senang bisa ikut merasakan kemeriahan acara ini. Memang ramai sekali karena banyak warga yang ingin mendapatkan makanan,” ujarnya.

Kemeriahan Kenduri Rakyat ternyata tidak hanya menarik perhatian warga Salatiga. Sejumlah wisatawan yang sedang berkunjung ke kota ini pun ikut larut dalam suasana.

Baca Juga:  Dari Keringat di Negeri Orang ke Camilan Laris: Supardi, Mantan TKI yang Sukses dengan Keripik Singkong

Wilma dan Amel, wisatawan asal Bandung, mengaku awalnya tidak mengetahui adanya agenda tersebut. Namun setelah melihat keramaian di Alun-alun Pancasila, keduanya memutuskan untuk mendekat dan ikut menikmati suasana.

“Kami awalnya tidak tahu ada acara ini. Karena melihat ramai, akhirnya ikut melihat dan ternyata menarik,” kata Wilma.

Kenduri Rakyat memang menjadi salah satu ikon peringatan Hari Jadi Kota Salatiga yang rutin digelar setiap 24 Juli. Selain menjadi ajang berbagi makanan kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi para pelaku UMKM lokal yang menyajikan beragam kuliner khas.

Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, mengatakan Kenduri Rakyat memiliki makna lebih dari sekadar membagikan makanan gratis. Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku UMKM, masyarakat, hingga wisatawan yang datang ke Salatiga.

Baca Juga:  Widi AFI Pukau Pelantikan DPC PAPPRI Salatiga

“Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan. Semua bisa berkumpul dan menikmati suasana perayaan Hari Jadi Salatiga,” ungkap Dance.

Tingginya animo masyarakat memang membuat tidak semua warga berhasil memperoleh makanan gratis. Namun kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa Kenduri Rakyat masih menjadi magnet utama dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Salatiga.

Ribuan warga yang memadati Alun-alun Lapangan Pancasila menjadi bukti bahwa tradisi berbagi melalui Kenduri Rakyat tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Selain menghadirkan kebersamaan, acara ini juga menghidupkan geliat UMKM sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Kota Salatiga. (*)