Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang dini hari di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api berukuran raksasa melahap sebuah pabrik pengolahan kayu triplek hingga menghanguskan sebagian besar bangunan, Minggu (2/8/2026).

Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Cahaya merah membara terlihat dari kejauhan, sementara kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit malam.

Material kayu, triplek, serta berbagai bahan pendukung produksi yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan cepat menguasai hampir seluruh area pabrik. Api terus membesar dan sulit dikendalikan meski petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi.

Rekaman video amatir warga yang beredar memperlihatkan kobaran api berkobar sangat tinggi dari dalam kompleks pabrik. Dalam hitungan menit, api menjalar ke berbagai sisi bangunan sehingga memaksa petugas melakukan upaya pemadaman dengan strategi khusus agar kebakaran tidak semakin meluas.

Baca Juga:  Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Tahun 2019, Kapolres Temanggung Sampaikan Penurunan Data Laka Lantas

Dugaan sementara, sumber api berasal dari area pengolahan oli yang digunakan sebagai bahan pemanas dalam proses produksi triplek. Namun, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang menerima laporan sekitar pukul 00.30 WIB. Menyadari besarnya skala kebakaran, seluruh armada pemadam yang tersedia langsung dikerahkan menuju lokasi.

“Info awal masuk sekitar setengah satu dini hari. Karena melihat kondisi kebakaran cukup luas, seluruh armada yang ada kami turunkan,” ujar Slamet Widodo, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menaklukkan kobaran api. Enam unit berasal dari Kabupaten Semarang, sedangkan empat unit lainnya merupakan bantuan dari Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali yang masing-masing mengirimkan dua armada.

Baca Juga:  Terbongkar di Dekat Pemakaman: Polsek Sokobanah Gerebek Arena Sabung Ayam Ilegal di Dusun Panjalin

Sesampainya di lokasi, petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga membuat sekat agar kobaran tidak merembet ke bagian lain maupun bangunan di sekitar kawasan pabrik.

“Tantangannya karena material yang terbakar mudah menyala dan luas area yang terbakar cukup besar. Strategi awal kami melakukan penyekatan agar api tidak merembet, kemudian masuk dari luar untuk memadamkan bagian dalam,” jelas Slamet.

Luas area pabrik yang mencapai sekitar 100 meter x 100 meter membuat proses pemadaman berlangsung sangat panjang. Petugas harus berjibaku selama lebih dari delapan jam hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Meski api utama berhasil dipadamkan, sekitar pukul 09.00 WIB petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dari tumpukan material kayu dan triplek.

Baca Juga:  Bermodal Pengeras Suara, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Berbagi Info Tentang Covid-19 di Pasar Suruh

“Kurang lebih 80 persen bangunan pabrik terbakar,” ungkap Slamet.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut. Namun, kerusakan yang ditimbulkan sangat besar. Bangunan pabrik, mesin dan peralatan produksi, bahan baku, hingga stok triplek yang siap dikirim kepada pelanggan hangus dilalap api.

Akibat kebakaran hebat ini, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Hingga kini, aparat Polres Semarang masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah keterangan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelaku industri berbahan dasar kayu agar semakin meningkatkan sistem keselamatan kerja dan pengawasan terhadap penggunaan bahan pemanas maupun material yang mudah terbakar. Dengan sistem pencegahan yang baik, risiko kebakaran besar seperti yang terjadi di Tengaran diharapkan dapat diminimalkan. (*)