Inovasi Berbuah Rekor! SIM Keliling Sahabat Sidoarjo Raih Penghargaan MURI

Laporan: Ninis Indrawati
SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Terobosan pelayanan publik Polresta Sidoarjo kembali mencuri perhatian. Bukan sekadar menghadirkan layanan administrasi berkendara, Satlantas Polresta Sidoarjo sukses membuat gebrakan dengan mengoperasikan SIM Keliling Sahabat Sidoarjo selama 24 jam nonstop selama 17 hari.
Inovasi tersebut akhirnya berbuah prestasi tingkat nasional. Program pelayanan yang berlangsung mulai 30 Juli hingga 15 Agustus 2026 itu berhasil meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, didampingi Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugrah Putra, seusai Upacara Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 di Alun-alun Sidoarjo, Senin (17/8/2026).
Capaian ini menjadi catatan tersendiri bagi Polresta Sidoarjo. Sebab, pelayanan SIM yang selama ini identik dengan jam operasional tertentu, melalui program tersebut dibuat lebih fleksibel agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengurus perpanjangan SIM.
Selama 17 hari berturut-turut, layanan SIM Keliling Sahabat Sidoarjo beroperasi selama 24 jam. Konsep tersebut menjadi bentuk inovasi Satlantas Polresta Sidoarjo dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki kesibukan dan keterbatasan waktu pada jam pelayanan konvensional.
Pelayanan ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pengendara agar tidak mengabaikan masa berlaku Surat Izin Mengemudi.
Pasalnya, SIM bukan hanya dokumen administratif, tetapi merupakan salah satu persyaratan penting bagi masyarakat yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya.
Dengan adanya layanan 24 jam, masyarakat mendapatkan ruang pelayanan yang lebih leluasa untuk melakukan pengurusan sesuai kebutuhan dan waktunya.
Gebrakan tersebut pun mendapat pengakuan melalui pencatatan rekor MURI.
Bagi Polresta Sidoarjo, penghargaan itu bukan sekadar simbol atau pajangan. Rekor tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap aktivitas masyarakat.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang berhasil diraih tersebut.
Menurutnya, capaian itu tidak lahir dari kerja satu atau dua orang. Rekor MURI tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pimpinan, personel Satlantas, jajaran Polresta Sidoarjo, serta masyarakat yang memanfaatkan layanan.
Christian juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas bimbingan dan dukungan yang diberikan sehingga inovasi pelayanan tersebut dapat berjalan.
Kerja keras dan kerja ikhlas para personel di lapangan juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut.
Tak kalah penting, menurutnya, adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap masa berlaku SIM.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih atas bimbingan pimpinan Polri, kerja keras dan kerja ikhlas seluruh anggota, serta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya masa berlaku SIM dan mendukung terciptanya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Christian Tobing.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghargaan MURI bukan menjadi garis akhir. Justru, capaian itu diharapkan menjadi pemacu agar pelayanan kepolisian semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugrah Putra menegaskan bahwa penghargaan MURI menjadi suntikan motivasi bagi jajaran Satlantas untuk terus melahirkan inovasi pelayanan publik.
Menurut Yudhi, kebutuhan masyarakat terus berkembang. Karena itu, pola pelayanan kepolisian juga dituntut semakin fleksibel, cepat, mudah, dan responsif.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kompol Yudhi.
Ia menegaskan Satlantas Polresta Sidoarjo akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya dalam pengurusan SIM.
Semangat tersebut menjadi penting karena pelayanan publik merupakan salah satu wajah utama institusi kepolisian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Program SIM Keliling Sahabat Sidoarjo 24 jam nonstop selama 17 hari memperlihatkan bagaimana inovasi sederhana dalam pola pelayanan dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Alih-alih masyarakat harus menyesuaikan seluruh aktivitasnya dengan jam pelayanan, layanan tersebut justru memberikan ruang lebih luas kepada masyarakat untuk menyesuaikan waktu pengurusan SIM dengan aktivitas mereka.
Terlebih bagi masyarakat yang bekerja pada pagi hingga sore hari, fleksibilitas pelayanan menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting.
Di sisi lain, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menunda pengurusan SIM hingga masa berlakunya habis.
Kedisiplinan administrasi berkendara diharapkan berjalan seiring dengan kedisiplinan berlalu lintas di jalan raya.
Raihan rekor MURI tersebut sekaligus memperkuat komitmen Polresta Sidoarjo dan Polda Jawa Timur dalam membangun pelayanan publik yang semakin adaptif.
Prestasi itu diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah catatan sejarah. Sebaliknya, inovasi pelayanan SIM Keliling Sahabat Sidoarjo diharapkan dapat terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pelayanan yang mudah, cepat, humanis, dan responsif menjadi tantangan yang harus terus dijawab oleh jajaran kepolisian.
Dengan demikian, rekor MURI bukan hanya tentang angka dan durasi pelayanan selama 17 hari.
Lebih jauh, capaian tersebut menjadi pesan bahwa pelayanan publik harus terus bergerak mengikuti zaman—mendekat kepada masyarakat, memangkas hambatan, sekaligus menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin profesional.
Bagi Polresta Sidoarjo, rekor nasional itu kini menjadi titik tolak untuk membuat pelayanan kepolisian semakin dekat, cepat, dan bersahabat dengan masyarakat. (*)












Tinggalkan Balasan