Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maupun bencana alam tidak pernah mengenal waktu. Ketika situasi darurat terjadi, kecepatan respons menjadi salah satu kunci utama.

Karena itu, Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H. turun langsung memastikan kesiapan personel dan peralatan Satuan Samapta Polres Salatiga.

Pengecekan tersebut dilakukan melalui Apel Gelar Alat Khusus (Alsus) dan Alat Material Khusus (Almatsus) Sat Samapta di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Rabu (2/9/2026).

Didampingi Kasat Samapta AKP Supeno, S.Ah., M.H., Kapolres tidak hanya melihat barisan personel. Berbagai perlengkapan pendukung operasional turut diperiksa untuk memastikan semuanya dalam kondisi lengkap, terawat dan siap digunakan sewaktu-waktu.

Pesannya sederhana, tetapi tegas: jangan sampai ketika keadaan darurat datang, personelnya siap tetapi peralatannya bermasalah.

Apel tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polres Salatiga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan situasi di wilayah hukumnya.

Salah satu perhatian utama dalam pemeriksaan tersebut adalah kesiapan peralatan yang berkaitan dengan penanganan bencana dan keadaan darurat.

Wilayah Salatiga dan sekitarnya tetap memiliki potensi menghadapi berbagai kejadian, mulai dari angin kencang, pohon tumbang, tanah longsor hingga kondisi lain yang membutuhkan penanganan cepat.

Dalam situasi seperti itu, Sat Samapta dituntut mampu bergerak cepat untuk membantu pengamanan lokasi, membuka akses, mendukung proses evakuasi maupun memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Sejumlah perlengkapan pendukung turut menjadi bagian dari pemeriksaan. Di antaranya peralatan evakuasi dan pertolongan, perlengkapan pemotongan dan pembukaan akses, sarana penerangan, tali-temali, perlengkapan keselamatan personel serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Baca Juga:  Pemkot Salatiga Batasi Jam Operasional Hiburan Malam selama Ramadhan, Pengelola Karaoke Beri Respons Positif

Bagi kepolisian, kelengkapan tersebut bukan sekadar inventaris.

Setiap alat harus benar-benar dapat digunakan ketika situasi membutuhkan.

Sebab, dalam kondisi bencana, keterlambatan beberapa menit saja bisa berpengaruh terhadap proses penanganan di lapangan.

Bukan hanya urusan bencana alam.

Kesiapan menghadapi kegiatan masyarakat, termasuk pengamanan aksi unjuk rasa, juga menjadi perhatian dalam apel gelar tersebut.

Peralatan pengendalian massa atau Dalmas diperiksa untuk memastikan seluruh perlengkapan pendukung berada dalam kondisi layak dan siap digunakan.

Helm Dalmas, tameng, pelindung tubuh hingga berbagai perlengkapan pendukung formasi Dalmas menjadi bagian dari kesiapan personel.

Namun Kapolres menekankan bahwa kesiapan Dalmas bukan berarti mengedepankan pendekatan keras.

Sebaliknya, dalam menghadapi penyampaian pendapat di muka umum, Polri tetap mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan profesional, dengan tetap menghormati hak masyarakat serta berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Peralatan disiapkan sebagai bentuk antisipasi apabila situasi di lapangan berkembang dan membutuhkan langkah pengamanan lebih lanjut.

Dengan demikian, kesiapan bukan dimaknai sebagai ancaman, melainkan sebagai bentuk profesionalitas aparat dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Pemeriksaan kemudian menyasar kendaraan operasional Sat Samapta.

Kendaraan roda empat maupun roda dua diperiksa karena menjadi salah satu penunjang utama mobilitas personel dalam menjalankan tugas.

Mulai dari patroli, pengawalan, pengamanan kegiatan masyarakat, penanganan gangguan kamtibmas hingga respons terhadap laporan masyarakat membutuhkan kendaraan yang selalu dalam kondisi prima.

Kapolres memastikan kendaraan operasional tersebut layak digunakan dan mampu mendukung pergerakan personel secara optimal.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Idul Adha Penarik Becak Di Pasar Inpres Namlea Kebanjiran Rezeki

Sebab, sebagus apa pun rencana operasi, mobilitas di lapangan tetap sangat bergantung pada kesiapan sarana pendukung.

AKBP Jonathan David Harianthono menegaskan bahwa apel gelar Alsus dan Almatsus tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurutnya, yang paling penting bukan hanya memastikan jumlah dan keberadaan perlengkapan, tetapi memastikan seluruh peralatan benar-benar siap operasional.

“Kita tidak hanya mengecek jumlah dan keberadaan peralatan, tetapi yang lebih penting adalah memastikan seluruh Alsus dan Almatsus dalam kondisi siap operasional. Ketika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menghadapi gangguan kamtibmas, bencana alam maupun situasi kontijensi lainnya, personel harus siap dan peralatan harus siap digunakan,” tegas AKBP Jonathan.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa kesiapan operasional harus dibangun sebelum situasi darurat terjadi.

Bukan ketika masalah sudah muncul.

Alat Lengkap, Tapi Personel Harus Menguasai

Kapolres juga mengingatkan bahwa peralatan lengkap belum cukup.

Personel harus memahami fungsi, cara penggunaan dan karakteristik masing-masing perlengkapan yang menjadi tanggung jawabnya.

Karena itu, kemampuan personel menjadi pasangan yang tidak terpisahkan dari kesiapan sarana prasarana.

“Rawat dan kuasai peralatan yang ada. Kenali fungsi masing-masing Alsus dan Almatsus, sehingga pada saat dibutuhkan tidak ada keraguan dalam penggunaannya. Kesiapan personel dan kesiapan peralatan harus menjadi satu kesatuan,” pesannya.

Dengan kata lain, jangan sampai peralatan tersedia di gudang, tetapi personel justru kebingungan ketika harus menggunakannya.

Kedisiplinan dalam merawat perlengkapan juga menjadi bagian penting dari kesiapan tersebut.

Kapolres meminta pemeriksaan dan perawatan dilakukan secara berkala.

Baca Juga:  Rumah Harapan untuk Hosen: Polres Sumenep Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Program Rumah Layak Huni

Apel gelar hanya menjadi salah satu momentum untuk melihat kondisi kesiapan secara menyeluruh. Setelah itu, pemeliharaan harus terus dilakukan agar setiap sarana pendukung tugas tetap berada dalam kondisi optimal.

Langkah tersebut penting mengingat tugas Sat Samapta memiliki mobilitas tinggi.

Personel dituntut mampu bergerak cepat menghadapi berbagai kondisi, baik gangguan kamtibmas, pengamanan kegiatan masyarakat, keadaan darurat maupun bencana alam.

Kesiapan itu juga menjadi bagian dari upaya Polres Salatiga membangun sistem pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang responsif, adaptif dan prediktif.

Tiga Kata Kunci: Siap, Siap, Siap!

Di penghujung kegiatan, pesan Kapolres kembali mengerucut pada satu hal: kesiapan.

Bukan hanya personelnya yang harus siap.

Bukan hanya kendaraannya yang harus siap.

Bukan hanya peralatannya yang harus siap.

Tetapi semuanya harus bergerak sebagai satu kesatuan.

“Intinya, kita harus selalu siap. Siap personelnya, siap peralatannya dan siap cara bertindaknya. Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas AKBP Jonathan.

Apel gelar Alsus dan Almatsus Sat Samapta tersebut pun menjadi penegasan komitmen Polres Salatiga untuk menjaga Harkamtibmas.

Dengan personel yang siap, kendaraan yang terawat, peralatan Dalmas yang lengkap serta perlengkapan penanganan bencana yang siap digunakan, Sat Samapta diharapkan mampu memberikan respons cepat dan tepat terhadap setiap perkembangan situasi.

Sebab, ketika keadaan datang tanpa aba-aba, polisi tidak boleh baru bersiap. Polisi harus sudah siap. (*)