Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi kembali diperketat. Polres Ngawi bersama TNI dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk menggelar razia gabungan kamar hunian sekaligus tes urine sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (22/9/2026), dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Razia melibatkan personel Satresnarkoba dan Sat Samapta Polres Ngawi, anggota Kodim 0805 Ngawi, jajaran Lapas Kelas IIB Ngawi, serta petugas BNNK Nganjuk.

Sinergi lintas instansi itu menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan. Sebanyak 7 kamar hunian yang ditempati 310 warga binaan menjadi sasaran pemeriksaan.

Baca Juga:  Police Goes to School: Kapolres Boyolali Motivasi Pelajar untuk Disiplin dan Patuh Hukum

Petugas melakukan penggeledahan dan pemeriksaan secara menyeluruh di dalam kamar hunian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang maupun benda lain yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Tak berhenti pada pemeriksaan kamar, petugas juga melakukan tes urine sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Sebanyak 60 warga binaan menjalani pemeriksaan urine. Selain itu, tes serupa juga dilakukan terhadap 25 personel gabungan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Hasilnya cukup jelas. Seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Muhammad Luthfi, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Kelas IIB Ngawi.

Baca Juga:  Isdianto Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Pasca OTT KPK Kepada Nurdin Basirun

Menurutnya, razia gabungan dan tes urine bukan semata-mata kegiatan pemeriksaan rutin. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk mempersempit peluang terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus mendeteksi sejak awal kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba.

“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan serta mendeteksi secara dini potensi gangguan kamtibmas. Kami terus memperkuat sinergi dengan pihak lapas, TNI, dan BNNK guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujar AKP Muhammad Luthfi.

Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap lingkungan lapas membutuhkan kerja bersama. Polri, TNI, petugas pemasyarakatan, dan BNNK bergerak dalam satu kegiatan untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.

Baca Juga:  Truk Ayam Terguling di Tanjakan Leter S Gunung Sarehan Sine: Sopir Selamat, Akibatkan Jalan Macet Total

Dengan pemeriksaan terhadap kamar hunian serta tes urine terhadap warga binaan dan personel, potensi gangguan keamanan diharapkan dapat diketahui lebih awal. Hasil tes urine yang seluruhnya negatif juga menjadi bagian dari hasil kegiatan pencegahan yang dilakukan pada kesempatan tersebut.

Seluruh rangkaian razia gabungan dan tes urine berjalan dengan aman serta tertib hingga kegiatan selesai.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (*)