Laporan: Akbaruddin

JAKARTA | SUARAGLOBAL COM – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) berlangsung meriah. Salah satu rangkaian kegiatan digelar melalui turnamen bulutangkis yang mempertemukan puluhan pasangan pemain di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Turnamen tersebut diikuti sebanyak 69 pasangan pemain yang turun dalam tiga nomor pertandingan, yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Selain menjadi ajang olahraga dan adu ketangkasan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antaralumni HMI.

Pembukaan turnamen dihadiri Sekretaris Dewan Penasehat Majelis Nasional (MN) KAHMI sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi. Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga turut menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi bulutangkis Indonesia di kancah internasional.

Menurutnya, prestasi yang ditorehkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia menunjukkan bahwa olahraga yang berasal dari Inggris tersebut telah menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa.

“Kita baru saja meraih emas nomor beregu putra Asian Games 2026 di Jepang,” ujar Viva Yoga.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut.

“Kita ucapkan sukses dan selamat atas prestasi yang diraih,” tambahnya.

Baca Juga:  Dengan Semangat “Hiu Petarung”, Yonif 3 Marinir Sabet Juara Pertama Dayung Perahu Karet di Lomba Binsat Kormar 2024

Indonesia Tak Hanya Ekspor Pemain, Tapi Juga Pelatih

Viva Yoga menilai kekuatan bulutangkis Indonesia tidak hanya terlihat dari prestasi para pemainnya. Keahlian dan pengalaman insan bulutangkis Tanah Air juga banyak dibutuhkan negara lain.

Menurutnya, sejumlah mantan pemain nasional maupun atlet pelatnas Indonesia dipercaya untuk menangani pembinaan bulutangkis di berbagai negara dan klub profesional dunia.

“Negara Malaysia, Thailand, Canada, Belanda, Korea, Jepang bahkan China mengontrak pelatih dari Indonesia,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Viva Yoga menyebut Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara penghasil atlet bulutangkis, tetapi juga menjadi pemasok pelatih berkualitas ke berbagai negara.

“Kita mengekspor pelatih,” tambahnya.

Namun, ia juga menyoroti konsekuensi dari tersebarnya ilmu dan pengalaman pelatih Indonesia ke negara lain. Setelah mendapatkan pembinaan dari pelatih asal Indonesia, para pemain negara tersebut dinilai mampu memberikan perlawanan bahkan mengalahkan atlet Indonesia.

“ Sebab mereka mengerti bagaimana pemain Indonesia bermain,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa persaingan bulutangkis dunia semakin ketat. Keunggulan teknik dan pengalaman yang dimiliki Indonesia kini juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet di berbagai negara.

Baca Juga:  Ketua Dewan Pers Buka Rakernas SMSI, Firdaus: Kami akan membina media yang masih merintis

Dari Lapangan Bulutangkis untuk Menjaring Bibit Atlet

Turnamen bulutangkis dalam rangka HUT ke-60 KAHMI ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga dan hiburan semata.

Viva Yoga berharap kompetisi tersebut dapat menjadi ruang untuk menemukan pemain-pemain berbakat yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, pertandingan yang digelar di kawasan Senayan itu juga memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antarsesama alumni HMI.

Turnamen menjadi ajang bertemu, berkompetisi secara sehat, sekaligus membangun kembali komunikasi dan persaudaraan yang telah terjalin dalam lingkungan keluarga besar HMI dan KAHMI.

“Hari ini kita merayakan 60 tahun KAHMI,” ujarnya.

Dengan diikuti 69 pasangan, atmosfer pertandingan pun diharapkan semakin semarak. Para peserta tidak hanya membawa semangat untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga membawa misi mempererat persaudaraan melalui olahraga.

Enam Dekade KAHMI, Jaga Semangat Silaturahmi

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga yang juga merupakan mantan Presidium MN KAHMI mengingatkan kembali sejarah berdirinya KAHMI.

Pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu menyebut KAHMI lahir bertepatan dengan Kongres VIII HMI dan pembentukan KOHATI pada 17 September 1966 di Solo.

Baca Juga:  Tes Fisik Jadi Penentu! Atlet yang Mangkir Bisa Kehilangan Tiket Kontingen Porprov

Sejak awal, KAHMI hadir sebagai wadah yang mempertemukan para alumni HMI dalam satu ruang silaturahmi. Keberadaan organisasi tersebut diharapkan terus memberikan kontribusi, baik untuk HMI maupun masyarakat luas.

Viva Yoga menjelaskan, salah satu tugas KAHMI adalah menjadi forum silaturahmi alumni HMI, membantu HMI dalam proses perkaderan, sekaligus memberikan dukungan kepada alumni muda dalam pengembangan berbagai bidang.

Mulai dari ekonomi, sosial, budaya hingga berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.

Karena itu, momentum HUT ke-60 KAHMI diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, peringatan enam dekade tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat jaringan persaudaraan dan semangat saling membantu di antara keluarga besar alumni HMI.

“Lewat KAHMI mari saling membantu,” tegasnya.

Turnamen bulutangkis di Senayan pun menjadi salah satu gambaran bagaimana semangat tersebut diwujudkan. Olahraga dipilih sebagai medium untuk mempertemukan berbagai kalangan, membangun keakraban, sekaligus menjaga kebugaran.

Di tengah persaingan pertandingan, nilai silaturahmi tetap menjadi pesan utama. Semangat itu pula yang diharapkan terus menyertai perjalanan KAHMI memasuki usia 60 tahun. (*)