Laporan: Wahyu Widodo

GROBOGAN | SUARAGLOBAL.COM – Masa pembinaan di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan berarti harus menjadi batas bagi seseorang untuk terus belajar. Semangat itulah yang terus didorong Lapas Kelas IIB Purwodadi melalui program pendidikan bagi warga binaan.

Senin (28/9/2026), Lapas Kelas IIB Purwodadi kembali melaksanakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) bagi warga binaan yang mengikuti pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas dalam memberikan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pembelajaran kali ini tidak sekadar berkutat pada materi akademik. Warga binaan mendapatkan materi Ekonomi dan Bahasa Inggris, dua bidang pengetahuan yang dinilai dapat memberikan tambahan wawasan dan keterampilan untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Dalam pembelajaran Ekonomi, warga binaan diajak memahami berbagai konsep serta aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi di ruang belajar, tetapi dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kado HUT ke-81 RI! 192 Warga Binaan Lapas Purwodadi Dapat Remisi, 8 Langsung Hirup Udara Bebas

Pemahaman mengenai kegiatan ekonomi juga diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir yang lebih mandiri dan produktif. Dengan bekal pengetahuan tersebut, warga binaan dapat memiliki dasar pemahaman untuk mengembangkan potensi diri maupun merencanakan kehidupan setelah bebas.

Sementara itu, materi Bahasa Inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dasar berbahasa. Warga binaan mendapatkan pembelajaran mengenai kosakata hingga komunikasi sederhana yang dapat digunakan dalam berbagai situasi.

Penguasaan kemampuan dasar Bahasa Inggris diharapkan mampu memperluas wawasan warga binaan sekaligus menjadi kompetensi tambahan yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi berbagai peluang di masa mendatang.

Suasana pembelajaran pun berlangsung tertib namun tetap interaktif. Warga binaan mengikuti penyampaian materi dari tenaga pendidik dengan antusias. Proses belajar tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi, tetapi juga diwarnai diskusi serta latihan untuk membantu peserta memahami pelajaran yang diberikan.

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Toreh Prestasi: Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Terbaik dari KPPN Malang

Bagi Lapas Purwodadi, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan. Kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C sekaligus menjadi ruang bagi warga binaan untuk tetap mengembangkan kemampuan akademik meskipun sedang menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan Lapas tidak semata-mata berorientasi pada kehidupan warga binaan selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Pembinaan tidak hanya berorientasi pada kehidupan warga binaan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperoleh hak pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi diri. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka setelah kembali ke lingkungan sosial.

Pelaksanaan SKB juga menjadi bagian dari upaya membangun proses pembinaan yang berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, serta menyiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Baca Juga:  Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2026 di Sine Diperketat, Pemerintah Gandeng Petani Kawal Distribusi hingga Kios

Dengan mengikuti pembelajaran secara rutin, warga binaan diharapkan dapat terus mengembangkan potensi akademik maupun keterampilan yang dimiliki. Bekal tersebut menjadi salah satu modal penting dalam proses reintegrasi sosial ketika mereka nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Kelas IIB Purwodadi pun terus mendukung program pembinaan di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan warga binaan yang berpengetahuan, terampil, mandiri, dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Dengan demikian, ruang belajar di dalam Lapas bukan sekadar tempat mengejar nilai atau menyelesaikan jenjang pendidikan. Lebih dari itu, SKB menjadi salah satu jembatan yang dipersiapkan untuk mengantarkan warga binaan menuju kehidupan baru setelah masa pembinaan berakhir. (*)