Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Ketika persoalan hukum dan kekerasan masih membuat sebagian masyarakat memilih diam karena takut menghadapi tekanan, Yakuza Maneges justru membuka pintu pengaduan selebar-lebarnya.

Organisasi tersebut menyiapkan pendampingan hukum sekaligus posko pengaduan yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Langkah itu menjadi salah satu komitmen yang ditegaskan dalam deklarasi Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang yang digelar di Wahid Prime Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026) malam.

Deklarasi tersebut menjadi momentum bagi Yakuza Maneges untuk mempertegas keberadaannya sebagai organisasi yang tidak hanya berorientasi pada solidaritas internal, tetapi juga ingin hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan.

Penasehat Yakuza Maneges Salatiga dan Semarang, Mukarrom, mengatakan posko pengaduan tersebut nantinya dapat diakses masyarakat selama 24 jam melalui sejumlah kanal media sosial.

“Kami ingin masyarakat peduli terhadap kaum marginal dan korban yang tidak berani melapor. Kami siapkan lawyer untuk mendampingi korban,” kata Mukarrom.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan Yakuza Maneges tidak akan membedakan latar belakang pihak yang terlibat dalam sebuah persoalan.

Bahkan, organisasi tersebut menyatakan siap memberikan pendampingan apabila perkara yang dihadapi masyarakat berkaitan dengan tokoh atau pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.

Sikap tersebut, kata Mukarrom, merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap keadilan.

Yakuza Maneges diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang merasa membutuhkan tempat untuk menyampaikan persoalan, khususnya ketika mereka menghadapi masalah hukum, kekerasan, intimidasi maupun bentuk ketidakadilan lainnya.

Baca Juga:  Menyatukan Kekuatan Guru Lewat Olahraga: PORGUSIT JSIT Semarang 2 Ajang Mempererat Persaudaraan dan Kompetisi Menuju Tingkat Jateng

“Tujuannya mengajak semua lapisan masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar. Masyarakat harus ikut berperan bersama aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan,” ujarnya.

Dari Bantuan Air Bersih hingga Pendampingan Korban

Mukarrom menambahkan, keberadaan Yakuza Maneges bukan sekadar deklarasi dan pembentukan struktur organisasi. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Salah satunya melalui bantuan air bersih bagi masyarakat di Gunungkidul. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap persoalan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain kegiatan sosial, Yakuza Maneges juga disebut telah melakukan pendampingan terhadap korban dalam sejumlah perkara yang saat ini masih berproses secara hukum.

Bagi Mukarrom, keberanian korban untuk menyampaikan apa yang dialaminya menjadi salah satu kunci penting dalam proses mencari keadilan.

“Kuncinya korban berani speak up. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa terzalimi atau tertindas. Kami siap membantu mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan,” kata Mukarrom.

Ia berharap masyarakat tidak lagi merasa sendirian ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan hukum maupun tindakan kekerasan.

Wali Kota: Organisasi Harus Memberi Manfaat

Deklarasi Yakuza Maneges tersebut turut dihadiri Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama istri, Wakil Wali Kota beserta suami, jajaran Forkopimda, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta Pendiri Yakuza Maneges Den Gus Thuba Topo Broto Maneges.

Baca Juga:  Hunting System Satlantas Salatiga Sasar Pelanggar di Titik Rawan: Puluhan Pengendara Terjaring Operasi Patuh Candi 2025

Rangkaian acara diawali dengan Tari Gambyong yang dibawakan Sanggar Sari Muda Budaya.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, komunitas dan berbagai organisasi kemasyarakatan menambah semarak momentum deklarasi yang sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengingatkan bahwa keberadaan sebuah organisasi tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya anggota ataupun kuatnya solidaritas di antara sesama anggota.

Menurut Robby, kekuatan organisasi akan jauh lebih berarti apabila dibarengi dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

“Ketika semangat persaudaraan dipadukan dengan tanggung jawab sosial, maka organisasi akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menghadirkan perubahan positif,” kata Robby.

Robby berharap Yakuza Maneges mampu memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga mendorong agar organisasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi ikut mengambil peran dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat.

“Jadikan Yakuza Maneges sebagai organisasi yang keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, jadi bagian dari solusi dan turut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, harmonis, dan berkeadilan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan agar Yakuza Maneges mampu membuktikan keberadaannya melalui kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Deklarasi Keenam Jadi Tonggak Organisasi

Sementara itu, Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplex, mengatakan deklarasi di Salatiga menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi.

Baca Juga:  Seorang Pria Paruh Baya Meninggal Dunia Saat Berolahraga di Argomulyo Salatiga, Polisi Lakukan Olah TKP

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat pengabdian Yakuza Maneges kepada masyarakat.

Deklarasi di Salatiga tercatat sebagai deklarasi keenam Yakuza Maneges.

Dengan semakin berkembangnya organisasi, pengurus diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan sekaligus memperluas kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Ketua Yakuza Maneges Wilayah Kota Salatiga dan Semarang, Darisman, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak dibentuk hanya sebagai tempat berkumpul.

Menurutnya, organisasi tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan perubahan, pembinaan, sekaligus pengabdian.

“Organisasi ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk melakukan perubahan, pembinaan, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” kata Darisman.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Yakuza Maneges di wilayah Salatiga dan Semarang.

Dengan deklarasi tersebut, organisasi diharapkan tidak hanya semakin solid secara internal, tetapi juga mampu membuka ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, maupun pendampingan.

Posko pengaduan 24 jam yang disiapkan pun diharapkan menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk mendapatkan akses informasi, pendampingan dan bantuan ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian.

Pada akhirnya, keberadaan sebuah organisasi akan dinilai bukan semata dari nama besar maupun jumlah anggotanya, tetapi dari seberapa jauh manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Dari Salatiga, Yakuza Maneges membawa pesan bahwa kepedulian sosial, keberanian menyuarakan persoalan, serta pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan harus berjalan beriringan dengan upaya mewujudkan keadilan. (*)