Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, mulai memasuki fase penting. Dua bakal calon telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi periode 2027–2035. Di tengah persaingan tersebut, petahana Agus Yuliyanto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pembangunan yang belum tuntas, terutama penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Agus kembali maju dengan membawa gagasan keberlanjutan program yang selama ini telah berjalan di Desa Suruh. Ia menilai, pembangunan desa tidak cukup hanya dengan menjalankan program baru, tetapi juga membutuhkan konsistensi untuk menuntaskan pekerjaan yang masih tertunda.

Saat ditemui suaraglobal.com, Jumat (16/10/2026), Agus mengatakan penguatan karakter masyarakat dan peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dari program yang ingin diteruskannya apabila kembali memperoleh kepercayaan warga.

“Yang pertama, program kemarin yang belum terselesaikan akan tetap kita lanjutkan. Di antaranya penguatan karakter dan sumber daya manusia, kemudian UMKM,” kata Agus.

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut diperlukan agar berbagai potensi yang telah tumbuh di tengah masyarakat dapat berkembang lebih jauh dan memberikan manfaat ekonomi secara luas.

UMKM Jadi Andalan, Potensi Lokal Dibidik Makin Berkembang

Pengembangan UMKM menjadi salah satu perhatian Agus dalam rencana pembangunan Desa Suruh ke depan. Sektor ini dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian keluarga sekaligus membuka ruang usaha bagi masyarakat.

Potensi ekonomi desa, menurut Agus, tidak terbatas pada usaha makanan ringan maupun makanan berat. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai dengan kemampuan serta potensi yang dimiliki masyarakat.

Bagi Agus, penguatan ekonomi kerakyatan harus dilakukan dengan mendorong usaha warga agar semakin produktif, memiliki pasar yang lebih luas, dan mampu bertahan menghadapi persaingan.

Salah satu contoh potensi yang telah berkembang adalah kerajinan papan catur dan meja berbahan kayu jati yang dikombinasikan dengan resin. Produk buatan perajin Desa Suruh tersebut, menurut Agus, telah menembus pasar ekspor.

Khusus kerajinan papan catur, produk lokal itu juga disebut telah memiliki pasar di tingkat nasional.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa produk dari desa memiliki peluang untuk bersaing di pasar yang lebih luas apabila didukung pengembangan kualitas, pemasaran, dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Agus berharap keberhasilan sebagian perajin tersebut dapat menjadi pemicu bagi tumbuhnya pelaku UMKM lainnya. Dengan begitu, kegiatan ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu jenis usaha, tetapi berkembang melalui berbagai sektor yang dikelola masyarakat.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Polda Jatim Gelar Lomba EVI se-Jawa

Pendataan Produk hingga Sertifikasi Halal

Tak hanya mendorong pertumbuhan usaha, pemerintah desa juga telah melakukan pendataan terhadap produk-produk UMKM yang berpotensi dikembangkan.

Pendataan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan perizinan dan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini dinilai penting agar produk lokal memiliki kesiapan yang lebih baik untuk dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.

“Kita sudah menyiapkan pendataan produk untuk mengikuti sertifikasi halal dan mengurus perizinan yang diperlukan. Harapannya, produk-produk dari Desa Suruh bisa semakin berkembang,” ujarnya.

Melalui upaya tersebut, pelaku usaha diharapkan semakin memahami pentingnya legalitas produk, standar mutu, dan kelengkapan administrasi dalam menjalankan usaha.

Namun, pendataan dan fasilitasi perizinan juga perlu diikuti pendampingan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap pengurusan dokumen, tetapi mampu meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran, serta menjaga keberlangsungan usaha.

BUMDes Didorong Perkuat Kemandirian Desa

Selain UMKM, penguatan BUMDes menjadi agenda lain yang ingin dilanjutkan Agus apabila kembali terpilih sebagai kepala desa.

Ia berharap BUMDes dapat memainkan peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan desa mengelola potensi yang dimilikinya.

Bagi Agus, kemandirian desa perlu dibangun melalui kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Desa diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal serta mengembangkan sumber pendapatan yang dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Penguatan BUMDes pun menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan desa terhadap bantuan pemerintah.

Meski demikian, pengembangan badan usaha tersebut membutuhkan pengelolaan profesional, perencanaan usaha yang terukur, transparansi keuangan, serta pemilihan unit bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.

Agus juga menyebut Desa Suruh telah berstatus sebagai desa mandiri sejak 2023. Setahun kemudian, pada 2024, desa tersebut ditetapkan sebagai desa percontohan antikorupsi yang, menurut Agus, turut mendapat kunjungan langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Capaian tersebut, katanya, bukan sekadar predikat, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga tata kelola pemerintahan desa agar tetap transparan dan berintegritas.

“Visi kami ke depan adalah membuat masyarakat lebih maju dan bermartabat. Apa yang sudah baik harus kita pertahankan dan program yang belum selesai harus kita lanjutkan,” katanya.

Dua Bakal Calon Siap Bersaing

Di sisi penyelenggaraan, Pilkades Suruh periode 2027–2035 diikuti dua bakal calon yang telah mendaftarkan diri hingga penutupan pendaftaran.

Panitia Pilkades Suruh, Muhammad Hasan Basuki, menyampaikan bahwa kedua pendaftar tersebut adalah petahana Agus Yuliyanto dan Umi Latifah. Keduanya tercatat memiliki KTP Desa Suruh.

Baca Juga:  Lapas Namlea dan BNNK Buru Resmi Bersinergi Wujudkan “Zona Bersinar”, Siap Berantas Narkoba Sampai ke Akar!

Hasan, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Suruh, menjelaskan bahwa panitia pilkades terdiri atas tujuh orang dengan keterwakilan dari sejumlah unsur masyarakat.

Unsur tersebut meliputi perangkat desa, lembaga pemberdayaan masyarakat desa (LPMD), karang taruna, unsur perempuan, dan tokoh masyarakat.

Menurut Hasan, persiapan penyelenggaraan pilkades sejauh ini berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.

Panitia juga berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan satuan perlindungan masyarakat (linmas) untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan.

“Kami bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan linmas untuk menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah. Kami juga menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp RT, RW, dan grup masyarakat lainnya,” kata Hasan.

Koordinasi tersebut diharapkan mampu menjaga suasana tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh tahapan demokrasi desa tanpa gangguan.

6.350 Pemilih, Data Masih Bisa Berubah

Berdasarkan data awal yang disampaikan Hasan, jumlah pemilih dalam Pilkades Suruh diperkirakan mencapai 6.350 orang.

Angka tersebut masih berpotensi mengalami perubahan setelah panitia melakukan pemutakhiran data pemilih.

Dengan jumlah pemilih yang cukup besar, akurasi data menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus diselesaikan sebelum hari pemungutan suara.

Pemutakhiran diperlukan agar warga yang memenuhi persyaratan dapat menggunakan hak pilihnya sesuai ketentuan, sekaligus menghindari persoalan administrasi yang berpotensi menghambat pelaksanaan pemilihan.

Panitia juga perlu memastikan informasi mengenai jadwal, mekanisme, dan persyaratan pemungutan suara tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Keterlibatan perangkat wilayah, RT, RW, serta unsur masyarakat lainnya diharapkan dapat membantu penyebaran informasi hingga menjangkau warga yang tinggal di luar desa untuk bekerja.

Pencetakan Surat Pemberitahuan Jadi Perhatian

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Suruh, Masrukhan, mengungkapkan bahwa salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pencetakan surat pemberitahuan atau kartu bagi pemilih.

Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan mendekati 6.500 orang, panitia harus memastikan seluruh kebutuhan administrasi tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.

Waktu persiapan yang terbatas membuat panitia perlu menyusun strategi pencetakan secara efektif, termasuk mempertimbangkan kemampuan penyedia jasa percetakan.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah membagi pekerjaan kepada beberapa penyedia jasa agar proses produksi dapat berjalan lebih cepat dan sesuai jadwal.

“Jumlah pemilih kita hampir 6.500 orang. Dengan rentang waktu yang pendek, tentu harus ada strategi supaya pencetakan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Masrukhan mengatakan panitia masih menginventarisasi kebutuhan serta mempertimbangkan kapasitas penyedia jasa sebelum menetapkan teknis pencetakan.

Persiapan tersebut diperlukan agar seluruh dokumen pemberitahuan dapat diproses dan didistribusikan sesuai jadwal. Kelancaran administrasi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung penyelenggaraan pemilihan yang tertib.

Baca Juga:  Pj. Bupati Karanganyar, Kapolres, dan Dandim 0727 Pimpin Pengecekan Pasukan dan Latihan Sispamkota untuk Amankan Pilkada 2024

Pilkades Suruh sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2026.

Dengan waktu persiapan yang terus berjalan, panitia perlu memastikan setiap tahapan terlaksana secara cermat, mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga kesiapan administrasi dan koordinasi pengamanan.

Agus Ajak Warga Datang ke TPS

Di tengah tahapan persiapan, Agus mengajak masyarakat Desa Suruh untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkades 2026 dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya.

Ia menyebut pemilihan kepala desa sebagai pesta demokrasi rakyat yang harus dijalankan dengan semangat kebersamaan, kedewasaan, dan penghormatan terhadap perbedaan pilihan.

“Ini pesta demokrasi, pesta rakyat. Mari kita semarakkan bersama dengan datang dan menggunakan hak pilih. Siapa pun yang nantinya terpilih, kita harus tetap menjunjung tinggi demokrasi,” kata Agus.

Agus memperkirakan tingkat partisipasi pemilih di Desa Suruh selama ini berkisar 70–80 persen. Namun, angka tersebut masih merupakan perkiraan yang disampaikannya dan perlu dikonfirmasi melalui data resmi penyelenggaraan pemilihan sebelumnya.

Ia juga menaruh perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. Menurutnya, anak muda tidak seharusnya hanya hadir ketika pemungutan suara berlangsung, tetapi juga perlu dilibatkan dalam pembahasan gagasan dan program pembangunan.

Karena itu, koordinasi dengan karang taruna dan berbagai kelompok masyarakat dinilai penting untuk memperluas partisipasi warga dalam menentukan arah pembangunan Desa Suruh.

Pembangunan Berkelanjutan Jadi Tantangan

Dengan dua bakal calon yang telah mendaftarkan diri, Pilkades Suruh menjadi momentum bagi masyarakat untuk mencermati gagasan, program, dan komitmen masing-masing kandidat.

Bagi Agus Yuliyanto, keberlanjutan program UMKM, penguatan BUMDes, peningkatan kualitas SDM, serta pemeliharaan tata kelola pemerintahan menjadi sejumlah agenda yang ingin diteruskan jika kembali dipercaya memimpin desa.

Sementara itu, panitia masih berfokus menuntaskan berbagai persiapan teknis agar pemungutan suara pada 14 Desember 2026 dapat berjalan sesuai jadwal.

Pada akhirnya, pelaksanaan pilkades tidak hanya berkaitan dengan pergantian atau keberlanjutan kepemimpinan, tetapi juga menyangkut partisipasi warga dalam menentukan arah pembangunan desa untuk periode mendatang.

Masyarakat diharapkan dapat mengikuti proses pemilihan secara tertib, menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan, serta memberikan perhatian pada program yang ditawarkan masing-masing calon.

Sebab, setelah pesta demokrasi usai, pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan pembangunan Desa Suruh terus berjalan, potensi ekonomi lokal semakin berkembang, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. (*)