Laporan: Andi Saputra

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Peta persaingan bursa pemilihan kepala desa di Desa Rembes, Kabupaten Semarang tahun 2026 kian menarik perhatian publik. Salah satu figur kuat yang resmi mendaftarkan diri untuk maju sebagai bakal calon kepala desa adalah Agus Pujo Djatmiko seorang pengusaha rokok pudjo mas.

Membawa semangat pembaruan dan hadir dengan komitmen tinggi untuk mentransformasi tata kelola pemerintahan desa yang lebih responsif, bersih dan berorientasi pada kemandirian fiskal.

Keputusan Agus Pujo Djatmiko untuk turun langsung dalam kontestasi Pilkades Rembes didasari oleh panggilan pengabdian yang kuat. Ia melihat besarnya potensi desa yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Baca Juga:  Ida Nurul Farida Ingatkan Bahaya Pengasuhan Anak di Era Modern, Keluarga Harus Jadi Benteng Utama

Agus mengatakan, Bahwa desa membutuhkan langkah cepat dan terukur untuk menjawab berbagai tantangan zaman. Bahkan telah menyiapkan gebrakan konkret yang langsung dirasakan warga di awal masa kepemimpinannya.

“Perubahan mendasar yang paling dinantikan warga dan ingin kami wujudkan di 100 hari pertama kepemimpinan adalah penataan birokrasi yang lebih dekat dengan rakyat, pembenahan infrastruktur dasar, serta memastikan transparansi anggaran terbuka sejak hari pertama kami dilantik,” ujarnya, kepada suaraglobal.com, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:  Dari Kelas ke Panggung Dunia, Ari Sufiati Bakar Semangat Pemimpin Muda Jatim

Menurutnya, Merespons keluhan warga yang kerap mendapati lambatnya birokrasi serta kurangnya keterbukaan informasi di kantor desa berkomitmen untuk menerapkan digitalisasi dan standardisasi pelayanan.

“Bahwa pelayanan publik di Desa Rembes harus bertransformasi menjadi birokrasi yang bersih, transparan dan ramah warga tanpa prosedur yang berbelit-belit. Setiap urusan administrasi warga harus diselesaikan secara efisien dengan prinsip melayani, bukan dilayani,” jelasnya.

Agus juga memiliki keunggulan strategis dalam hal pengawalan akses kebijakan dan komunikasi lintas pemerintahan. Dukungan moral dan jejaring ini memberikannya dorongan kuat untuk berpikir visioner, tidak sekadar mengandalkan Dana Desa (DD) yang jumlahnya terbatas.

Baca Juga:  Patroli Polisi Diperketat di Boyolali untuk Cegah Kriminalitas Selama Operasi Ketupat Candi

“Saya bertekad untuk aktif jemput bola membawa program-program pembangunan dari pemerintah Kabupaten Semarang langsung ke Desa Rembes.

Agus menambahkan, bahwa perluasan sumber pendanaan ini harus diimbangi dengan tata kelola keuangan yang sangat ketat dan tidak boleh hanya berpangku tangan pada dana desa yang terbatas.

“Kuncinya adalah aktif menjemput program dari kabupaten dan pusat. Namun setiap yang masuk wajib dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi agar benar-benar mendatangkan kemakmuran bagi warga Desa Rembes,” tuturnya. (*)