Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Kepulan asap yang berubah menjadi kobaran api mendadak mengusik ketenangan warga Dukuh Cerme, Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Senin (19/10/2026) siang. Api yang diduga berasal dari sisa pembakaran sampah itu melahap kandang sapi sebelum merembet ke bangunan rumah milik Sri Sunarni. Akibatnya, sebagian bangunan rumah dan kandang sapi mengalami kerusakan dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di rumah korban yang beralamat di Dukuh Cerme, RT 003/RW 001, Desa Cerme, Kecamatan Juwangi. Kobaran api pertama kali diketahui membakar kandang sapi yang berada di bagian belakang rumah.

Api yang terus membesar kemudian merambat ke bangunan rumah. Kondisi bangunan yang sebagian konstruksinya menggunakan material kayu diduga membuat api lebih mudah menjalar dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.

Kentongan Dibunyikan, Warga Berjibaku Memadamkan Api

Mengetahui api mulai membesar, saksi yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api.

Baca Juga:  Aksi Bobol Brankas Koperasi KSP Bangun Jaya Terbongkar: Pelaku Berhasil Ditangkap Polres Boyolali

Ketua RT setempat turut membunyikan kentongan sebagai tanda meminta bantuan warga. Suasana pun berubah menjadi sibuk ketika masyarakat bergotong royong berusaha menjinakkan api menggunakan peralatan seadanya.

Warga berupaya mencegah kobaran api agar tidak semakin meluas dan membakar bangunan lain di sekitarnya. Namun, api yang telah membesar membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih lanjut dari petugas.

Informasi mengenai kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Juwangi, Polres Boyolali. Mendapat laporan itu, petugas kepolisian segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Polisi dan Damkar Turun ke Lokasi

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas Polsek Juwangi melakukan pengamanan lokasi serta berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boyolali untuk membantu proses pemadaman.

Upaya pemadaman terus dilakukan hingga api berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 13.30 WIB, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.

Setelah api padam, petugas Damkar melanjutkan proses pendinginan pada bagian bangunan yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Baca Juga:  HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-78 Di Korem 073/Makutarama Gelar Donor Darah "Setetes Darah Sejuta Harapan"

Rumah dan Kandang Sapi Mengalami Kerusakan

Akibat kebakaran tersebut, bangunan rumah milik Sri Sunarni yang berukuran sekitar 6 x 8 meter serta kandang sapi berukuran sekitar 6 x 6 meter mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Kerugian material dari peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Meski menyebabkan kerusakan pada bangunan, kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu sisa pembakaran sampah di sekitar kandang sapi yang kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya. Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk kepentingan penyelidikan, petugas Polsek Juwangi melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Langkah tersebut dilakukan guna mengumpulkan informasi dan memastikan kronologi serta penyebab kebakaran berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Ngawi Bongkar Kasus Rudapaksa Anak Dibawah Umur, Pelaku Diamankan

Polres Boyolali Ingatkan Bahaya Membakar Sampah

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebagian bangunan rumah dan kandang sapi di wilayah Kecamatan Juwangi tersebut.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika membakar sampah di sekitar rumah, kandang, maupun bangunan yang menggunakan material mudah terbakar.

“Pastikan api benar-benar padam setelah digunakan dan jangan meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Apabila terjadi keadaan darurat atau membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat dapat menghubungi Yanpol Call Center 110 yang melayani selama 24 jam secara gratis,” imbaunya.

Polres Boyolali juga mengingatkan warga untuk selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat diimbau memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan serta tidak membiarkan pembakaran sampah berlangsung tanpa pengawasan. Apabila menemukan kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin. (*)